oleh

Harus Menyebrang Pulau, Pelajar di Pangkep Kesulitan Biaya

RADARLUWURAYA.com, Pangkep – Sejumlah siswa SMP dan SMA yang berasal dari keluarga nelayan di Pulau Saugi, Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tupabiring Utara, Kabupaten Pangkep, mengalami kesulitan biaya transportasi

Pasalnya, untuk menjangkau sekolahnya yang terletak di daratan Kecamatan Labakkang, mereka harus menggunakan perahu.

Salah seorang warga Pulau Saugi, Rosmiati, menjelaskan bahwa setiap hari anaknya yang masih duduk di bangku SMP harus menghabiskan biaya hingga Rp26 ribu.

Dia merinci, biaya itu terdiri atas biaya penyebarangan kapal ke dermaga sebesar Rp8 ribu sekali menyebarang. Sehingga pulang dan kembali ke rumahnya menghabiskan biaya Rp16 ribu. Ditambah lagi, biaya bentor dari dermaga ke sekolahnya sebesar Rp10 ribu.

“Kami sangat terbebani dengan biaya sekolah setiap hari. Penyebabnya itu tidak ada SMP dan SMA di pulau ini. Sekolah yang terdekat itu ada di daratan,” bebernya.

Ia berharap pemerintah dapat memprioritaskan angkutan ke sekolah. Agar biaya tidak mencekik para nelayan.

“Kami mohon bantuan, supaya pemerintah bisa hadirkan solusi. Sebab disini tidak ada SMP. Jadinya harus menyebarang pulau untuk sekolah,” ungkapnya. (Fit/Fajar/Radar)

Komentar