oleh

Husler Lantik Tim Malam Hari, Irwan di Siang Hari

MALILI, RADARLUWURAYA.Com–DUA pasangan yang bakal bertarung pada pilkada Lutim mendatang, terus melakukan konsolidasi dan langkah-langkah strategis guna memenangkan pertarungan politik lima tahunan di Luwu Timur. Keduanya masing-masing, petahana HM Thorig Husler-Budiman dan sang penantang Irwan Bachri Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri.

Kamis lalu, keduanya membentuk dan mengukuhkan tim pemenangan kecamatan masing-masing. Husler-Budiman mengukuhkan dan melantik tim pemenangannya di Kecamatam Towuti. Ratusan pendukung dan simpatisan tumpah ruah pada kegiatan tersebut. Pengukuhan itu dilakukan Kamis malam. Sejumlah tokoh masyarakat hadir. antusias masyarakat Towuti terlihat ketika pasangan incumbent ini memasuki tempat pelantikan.

Bagai di komando, warga langsung menyemangati pasangan Husler-Budiman untuk kembali memimpin Luwu Timur lima tahun ke depan.

Sebelumnya, pada Kamis siang, pasangan sang penantang Irwan Bachri Syam-Andi Muhammad Rio Patiwiri juga mengukuhkan dan melantik tim pemenangannya untuk kecamatan Malili.

Massa pendukung dan simpatisannya membludak pada saat pelantikan tim pemenangannya. Bahkan, pasangan bertagline IBAS-Rio itu sempat memacetkan arus lalulintas poros Malili. Dengan mengendarai sepeda motor, pasangan IBAS-Rio memasuki lokasi pengukuhan tim pemenangannya.

Hanya saja, pelantikan dan pengukuhan tim pemenangan pasangan Irwan-Rio itu dilaksanakan pada jam kerja. Sebagai wakil bupati, Irwan seharusnya menunaikan tugasnya sebagai wakil bupati, bukan sebagai calon bupati.

Juru Bicara pasangan Husler-Budiman, Wulan Safitri ketika dikonfirmasi mengungkapkan bahwa, pihaknya melakukan aktivitas politik terkait status Husler sebagai calon dilakukan malam hari.

“Sebab, siang hari, Husler harus menemparkan dirinya sebagai Bupati untuk semua masyarakat Lutim,” ungkap Wulan, ketika dihubungi siang tadi.

Sebab menurut mahasiswa magister ini, posisi Hulser yang masih sebagai kepala daerah, harus menempatkan dirinya melayani dan melindungi masyarakat Lutim. Makanya, lanjut Wulan, pasangan incumbent memilih malam hari untuk melakukan kerja-kerja politik menjelang pilkada Lutim mendatang.

Menurut Wulan, pihaknya tidak mencampuri langkah dan strategi politik yang dilakukan pasangan lain dalam memenangkan pertarungan politik di Lutim, namun sebagai pejabat di Lutim, harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat.

“Makanya, Hulser ketika siang hari tidak ada agenda politik yang dilakukan. Semuanya difokuskan untuk kepentingan masyarakat Lutim secara keseluruhaan. Dan pada malam hari, barulah pasangan Incumbent ini melakukan aktivitas politiknya untuk memenangkan pilkada 2020 mendatang,” tandasnya.

Pertarungan politik lanjut Wulan, bukanlah semata-mata bagaimana memenangkan pilkada. Tapi lebih dari itu, harus menjadi proses pembelajaran politik bagi masyarakat luas. “Persoalan kalah menang dalam politik itu adalah hal biasa. Tapi yang utama adalah bagaimana pendidikan politik tersaji selama pilkada berlangsung. Ini yang sangat penting untuk dipahami,” tandasnya. (rlr)

Komentar