oleh

Ini Nama-Nama Caleg Eks Napi Korupsi Siap Berlaga di Pemilu 2019

RADARLUWURAYA.com — Setelah putusan Mahkamah Agung (MA) menyatakan bekas koruptor boleh ikut menjadi caleg, akhir Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan 38 nama ke dalam daftar caleg tetap (DCT).

Penetapan itu memberi peluang kepada eks narapidana korupsi itu mendapatkan kursi sebagai wakil rakyat di parlemen.

Ketua KPU Arief Budiman menyatakan, penetapan caleg yang juga merupakan eks koruptor merupakan tindak lanjut dari putusan sengketa Bawaslu. Selain itu juga berdasarkan keputusan judicial review (JR) di MA.

“KPU sudah menindaklanjutinya dengan teliti dan dituangkan dalam keputusan kami,” ujar Arief Budiman di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Kamis (20/9).

Keputusan ini pun kembali dipertegas oleh pimpinan KPU lainnya.

Wakil Ketua KPU Ilham Saputra menambahkan, hanya para caleg eks napi korupsi yang mengajukan sengketa dan diakomodasi oleh Bawaslu yang lolos dalam DCT. Sementara yang tidak mengajukan dirinya, dipastikan namanya tidak masuk ke dalam DCT.

Ditegaskannya nama-nama eks koruptor yang ditetapkan dalam DCT tidak ada berlaga untuk mendapatkan kursi di DPR.

“Mereka (eks napi) sudah diganti semua oleh partainya pada masa pengaduan masyarakat. Selama lolos verifikasi Bawaslu kita akomodasi. Yang tidak lolos tidak kita akomodir,” pungkasnya.

Berikut eks napi kasus korupsi yang ditetapkan dalam DCT berdasar dari data KPU, seperti dilansir dari JawaPos.Com:

* Caleg DPRD Provinsi

Partai Gerindra

1.Mohamad Taufik dari Dapil DKI 3
2.Herry Jones Kere dari Dapil Sulut
3.Husen Kausaha dari Dapil Maluku Utara

Partai Golkar

4. Hamid Usman dari Dapil Maluku Utara 3

Partai Berkarya

5. Meike Nangka dari Dapil Sulut 2
6. Arief Armaiyn dari Dapil Malut 2

Perindo

7. Samuel Buntuang dari Dapil Gorontalo 6

PAN

8. Abdul Fattah dari Dapil Jambi 2

Partai Hanura

9. Midasir dari Dapil Jateng 4
10. Welhelmus Tahalele dari Dapil Malut 3
11. Ahmad Ibrahim dari Dapil Malut 3

PBB

12. Nasrullah Hamka dapil Jambi 1

* Tingkat DPRD Kabupaten/Kota

Gerindra

13. Alhajar Syahyan dari Dapil Tanggamus
14. Ferizal dari Dapil Bangka Belitung
15. Mirhammuddin dari Dapil Bangka Belitung

PDIP

16. Idrus Tadjil

Partai Golkar

17. Heri Baelanu dari Dapil Pandeglang
18. Dede Widarso dari Dapil Pandeglang
19. Saiful T Lami dari Dapil Tojo Una-una

Nasdem

20. Abu Bakar dari Dapil Raja Lebong 4
21. Edi Ansori dari Dapil Raja Lebong 3

Partai Garuda

22. Julius Dakhi dari Dapil Nias Selatan
23. Ariston Moho dari Dapil Nias Selatan

Partai Berkarya

24. Yohanes Marinus Kota dari Dapil Ende 1
25. Andi Muttamar Mattotorang dari Dapil Bulukumba 3

PKS

26. Maksum DG Mannassa dari Dapil Mamuju 2

Perindo

27. Zulkifri dari Dapil Pagar Alam 2

PAN

28. Masri dari Dapil Belitung 2
29. Muhammad Afrizal dari Dapil Lingga 3
30. Bahri Syamsu Arief dari Dapil Cilegon 2

Partai Hanura

31. Warsit dari Dapil Blora 3
Moh. Nur Hasan dari Dapil Rembang 4

Partai Demokrat

32. Jones Khan dapil Pagar Alam 1
33. Jhony Husban dapil Cilegon 1
34. Syamsudin dapil Lombok Tengah
35. Darmawaty Dareho dapil Manado 4

PKP Indonesia

36. Matius Tungka dapil Poso 3
37. Joni Cornelius Tondok dapil Toraja Utara

Berdasarkan data tersebut, keseluruhan caleg yang pernah terlibat kasus korupsi dan masuk dalam DCT berjumlah 38 orang. Sedangkan, parpol yang tak mengajukan caleg eks koruptor sama sekali adalah PKB, PPP, dan PSI. (IK)

Komentar