oleh

Ini Pesan Basmin Untuk Siswa SMA di Luwu

RADARLUWURAYA.COM, BELOPA – Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) di Kabupaten Luwu melibatkan 46 siswa SMA dan SMK untuk beradu gagasan melalui lomba pidato anti korupsi.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang dengan tema “Pemberdayaan Generasi Milenial Luwu untuk Turut Membangun Budaya Anti Korupsi di Daerahnya”.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang, atas nama pemerintah menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kejari Luwu dan para peserta.

“Ini juga menjadi ajang mencari orator di Luwu. Banyak orator sekarang tapi justeru banyak mengungkapkan kata kebencian. Kita harapkan kedepan ada orator di Luwu yang mampu menjadi juru damai atas konflik-konflik yang terjadi,” ujarnya.

Dikatakan Bupati Luwu dua periode ini siswa yang pandai dalam berpidato tentu memiliki ilmu dan kemampuan lebih dari siswa yang lain.

“Saya berharap kepala para kepala sekolah dan guru agar melibatkan secara langsung siswanya karena ini kegiatan positif. Pesan saya untuk 46 anak-anaku peserta pidato agar jangan pernah merasa takut salah karena anda tidak akan menemukan kebenaran jika takut salah,” pesannya.

Untuk diketahui, peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) tahun 2019 di Kabupaten Luwu dilaksanakan oleh Kejari Luwu bersama Pemkab Luwu melalui berbagai kegiatan diantaranya lomba pidato yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Bappeda, kemarin.

Sebanyak 46 siswa dari 46 sekolah tingkat SMA sederajat yang ikut dalam lomba pidato ini.

Kajari Luwu, Erni Veronica Maramba, dalam kesempatan ini menyampaikan kejaksaan selalu melakukan ajang kegiatan dalam rangka memperingati HAKI yang jatuh pada 9 desember setiap tahunnya.

Selain upacara ada kegiatan lain yang bisanya dilakukan masing masing satker. “Kejari Luwu tidak anggarkan kegiatan ini sedangkan semangat kami untuk melawan korupsi menggebu-gebu maka kami tetap bertekad melakukan kegiatan ini,” katanya.

“Kami datang ke Bupati dan beliau sangat respon ketika menyampaikan ide ini dengan segmen peserta adalah siswa SMA sederajat dan Bupati Luwu sangat mendukung,” lanjutnya.

Dijelaskan Kajari Luwu bahwa pemberantasan korupsi jika berdaasrkan penindakan tidak akan cukup memberantas korupsi di negeri ini.

“Harus membangun budaya anti korupsi dan dimulai dari dini, inilah yang kita upayakan di Kabupaten Luwu. Membangun budaya anti korupsi didalamnya ada karakter anti korupsi dengan menjunjung nilai-nalai kejujuran,” ujarnya.

Dilaporkan Erni Veronica Maramba, Kejari Luwu telah diusulkan oleh kejagung dan ditunjuk untuk membangun zona integritas. “Hasilnya sangat membanggakan,,Kejari Luwu satu-satunya yang lolos di Sulsel dari 5 yang diusul di Sulsel termasuk kejati Sulsel,” katanya.

“Sehingga kami mohon dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk mempertahankan ini semua karena ini merupakan permulaan masih banyak tugas-tugas kita bersama kedepan,” tambah Kajari Luwu.

Kejari Luwu dalam kegiatan ini melibatkan generasi milenial dalam rangka pemberantasan korupsi bertujuan untuk menanamkan budaya anti korupsi. (*/Rif)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *