oleh

Integritas Penyelenggara Disorot Dirakor Pengamanan Pemilu 2019

RADARLUWURAYA.com – Integritas penyelenggara Pemilu 2019 menjadi sorotan dalam rapat koordinasi (Rakor)

Pengamanan Pemilu 2019 yang diadakan oleh KPU Kota Palopo, Jumat (8/2).

Sorotan ini datang dari Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk dan Pasi Intel Kodim 1403/Swg Lettu Inf Takdir. Itu berdasarkan pengalaman Pemilukada dan Pemilu sebelumnya.

Makanya, KPU dan Bawaslu Kota Palopo diminta untuk lebih meningkatkan profesionalitasnya dalam menjalankan tugas, khusus integritas.

“Integritas petugas TPS saat penghitungan itu yang dianggap rawan, karena awal masalah semua dari TPS,” kata AKBP Ardiansyah.

Ardiansyah juga mengatakan, jika pihaknya sudah melakukan pemetaan kerawanan setiap tahapan termasuk langkah-langkah antisipasi kemungkinan kerawan itu.

“Kami juga meminta backup dari TNI dan Brimob,” sebutnya.

Senadah juga disampaikan oleh Pasi Intel Kodim 1403/Swg, Lettu Inf Takdir. Meski tak banyak komentar, namun dia lebih banyak menekankan masalah integritas penyelenggara Pemilu.

“Bawaslu dan KPU jangan seperti kemarin, saling lempar bola panas. Integritas penyelanggara harus lebih diperbaiki,” katanya singkat.

Sementara itu Ketua KPU Kota Palopo, Abbas Djohan mengklaim jika KPU dibawah pimpinannya tidak seperti periode lalu.

“Kami sekarang ini sudah kayak saudara dengan Bawaslu, bahkan kami sering melakukan koordinasi,” ujarnya.

Berbeda dengan KPU, Ketua Bawaslu Palopo, Dr Asbudi lebih membenarkan pernyataan pihak TNI-POLRI terkait masalah integritas penyelenggara. Pasalnya, Asbudi mengakui ada temuan di pemilihan kemarin.

Menurutnya, banyak potensi kerawanan untuk Pemilu 2019, salah satunya adalah integritas penyelenggara.

“Jadi, yang betul-betul direkrut nanti sebagai KPPS dan pengawas TPS adalah yang betul-betul terjamin tetrakornya,” ucap Asbudi.

Berdasarkan indeks kerawanan Pemilu yang disusun oleg Bawaslu bersama peneliti profesional, lanjut Asbudi, Kota Palopo berada di peringkat ke 16 kerawanan di Pemilu 2019.

“Tentunya ini bukan berarti bahwa Kota Palopo dianggap rawan, tetapi ini merupakan gambaran supaya kita bisa mengantisipasi hal-hal yang dapat mengakibatkan terganggunya pelaksanaan Pemilu 2019,” tandasnya.(Niki)

Komentar