oleh

Januari, PA Malili Terima 20 Perkara Perceraian

RADARLUWURAYA.com — Pengadilan Agama (PA) Malili, Kabupaten Luwu Timur di tahun 2018 telah menyidangkan sebanyak 105 perkara masuk yang salah satunya adalah kasus perceraian.

Dari jumlah 105 tersebut didominasi dengan kasus perceraian, yang dimana sebanyak 88 kasus.

Dan selebihnya adalah permasalahan dispensasi kawin, permohonan pengesahan kawin (Itsbat Nikah) dan penetapan ahli waris.

Dari angka perceraian sebanyak 88, untuk cerai talak dari Laki – laki sebanyak 30, dan cerai gugat dari perempuan sebanyak 58.

Wakil Ketua Pengadilan Agama Malili, Luwu Timur Mahyuddin saat ditemui awak media diruang kerjanya, Senin (14/01) kemarin, mengatakan faktor perceraian yang terjadi di Luwu Timur akibat ada beberapa hal.

“Pihak ketiga, faktor ekonomi dalam artian istri tidak merasa cukup,” ujarnya.

Lanjut Mahyuddin, rata – rata usia warga yang melakukan perceraian yakni 30 – 40 tahun, dan usia 20 tahun hanya beberapa saja.

Dalam Hal ini, kata Mahyuddin, dirinya meminta kepada Pemerintah Daerah, apabila dilakukan penyuluhan Hukum, sebisanya pihaknya bisa diikut sertakan.

“Dalam usia Pengadilan Agama yang terhitung baru di Luwu Timur ini, kami belum bisa melakukan penyuluhan hukum, namun kami berharap apabila ada penyuluhan hukum yang dilakukan Pemda, sebisanya pihak terkait bisa diikutsertakan,” ujarnya.

Selain itu, dalam bulan Januari 2019 ini, PA Malili telah menerima 20 gugatan lagi. “Saat ini, kami kembali menerima, ada gugatan masuk lagi,” terang Mahyuddin.

Mahyuddin juga menambahkan, kasus percerain juga kerap diajukan karena seorang istri langsung menaggapi talak yang dikeluarkan seorang suami diluar dari keputusan Pengadilan Agama.

“Talak itu hanya bisa jatuh, ketika suami mengikrarkan talak di depan persidangan dan atau karena putusan Pengadilan Agama apabila istri yang mengajukan,” tandasnya. (*)

Komentar