oleh

Jasa Raharja Sebut Lakalantas Tertinggi Terjadi Di Luwu Utara, Palopo Urutan Keempat

RADARLUWURAYA.com – Angka kecelakaan tertinggi versi Jasa Raharja perwakilan Palopo ternyata Kebanyakan terjadi di Kabupaten Luwu Utara.

Menyusul Kabupaten Luwu dan Luwu Timur, sementara kota Palopo berada di urutan keempat. Untuk Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara sendiri, Jasa Raharja minim menerima laporan kecelakaan lalulintas (lakalantas).

PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Palopo sendiri membawahi lima kabupaten dan satu kota yakni kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja dan Toraja Utara.

Kepala Kantor Perwakilan Jasa Raharja Palopo, Roy Januari yang dikonfirmasi Minggu (26/5) mengatakan, berdasarkan data rekapitulasi pembayaran klaim sejak tanggal 1 Januari hingga 24 Mei 2019, PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Palopo telah membayar santunan kecelakaan berdasarkan UU 34 Tahun 1964 kepada korban dan keluarga korban di Kabupaten Luwu Utara sebesar Rp2.162.128.427,-.

Sedangkan santunan untuk korban dan keluarga korban di Kabupaten Luwu sebesar Rp2.160.164.304,-.

Di Luwu Timur, Jasa Raharja menyerahkan santunan sebesar Rp 1.928.979.200,- dan di Kota Palopo sebesar Rp1.170.744.545,- sementara di Tana Toraja, santunan yang diserahkan sebesar Rp829.638.698,-.

“Hanya korbannya kebanyakan dirujuk di rumah sakit Palopo,” kata Januar.

Sementara untuk korban, baik korban yang meninggal maupun luka berat, tertinggi terjadi di Kabupaten Luwu yakni 162 korban, lalu di Luwu Timur ada 151 korban, selanjutnya di Luwu Utara ada 117 korban, di Palopo ada 93 korban, sementara di Tana Toraja ada 42 korban.

Untuk korban meninggal akibat lakalantas, tertinggi terjadi di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur.

DiLuwu Utara, sejak Januari hingga 24 Mei 2019, korban yang meninggal sebanyak 25 orang, sedangkan di Luwu Timur korban yang meninggal sebanyak 21 orang.

Di Luwu ada 13 orang, di Tana Toraja ada 11 orang dan di Kota Palopo ada 6 orang.

“Pembayaran klaim maksimal untuk biaya pengobatan Rp20 juta sedangkan meninggal dunia Rp50 juta. Jadi minimal Rp300 ribu, maksimal biaya pengobatan lakalantas Rp20 juta,” terangnya.

Ia mengatakan, terjadinya lakalantas disebabkan akibat kurang hati-hati dalam berkendara. Dan tidak mentaati rambu rambu lalulintas jalan.(Niki)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *