oleh

Jelang Akhir Tahun Harga Telur di Palopo Meroket

RADARLUWURAYA.com – Kenaikan harga telur ayam ras dan di pasar Andi Tadda di Palopo membuat sejumlah pedagang resah.

Bahkan, harga telur ayam menyentuh angka Rp 48.000 per Raknya di Pasar Andi Tadda Kota Palopo

Salah satu pedagang di Pasar, Eva Sumarni (38) mengatakan, kenaikan harga telur sudah dirasakan sejak Menjelang Maulid Nabi. Harga terus meroket.

“Sekarang naik, ini saja saya jualkan Rp 46 ribu untuk telur yang kecil, sementara telur yang berukuran besar Rp. 48 ribu per raknya. Makanya kami juga pusing ini kalau sudah mulai naik begini,” kata Eva (06/12/18).

Ia mengungkapkan, kenaikan harga telur ayam cukup signifikan dari yang biasanya. Hanya saja kata dia, telur tersebut dijual dengan harga mengikuti pasaran lantaran modalnya cukup besar.

“Saya juga kasian liat pembeli. Kami Penjual peka juga tapi modalnya dari perusaan telur di terima disini juga Naik.

Belum lama, 10 hari Terakhir Tadinya Rp 41.300 naik jadi Rp 42.000, naik lagi Rp 43.000, terakhir kemarin barangnya masuk naik lagi 44.300. diluar Raknya penutupnya per pembar 400 rupiah, kita hanya bisa untung 500 – 200 rupiah saja,” ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan Amiruddin (43), pedagang telur lainnya. Ia mengaku tak mengetahui penyebab kenaikan harga telur ini.

Namun, Amiruddin khawatir harga telur yang terus melonjak naik mempengaruhi harga bahan pokok lainnya mempengaruhi harga bahan pokok lainnya.

“Saya tidak tahu penyebabnya Mungkin saja karena memang mau Natal dan Tahun Baru. Soalnya kata Sopir Pengatlbtar Agen Perusahan Telur di Sidrap baranganya memang kurang karena di bawah juga ke palu dan ke kalimantan,” katanya

“Agen sendiri memang sudah mahal, ini saja kami ambil Sedikit cuman 10 rak biasanya 20-30 Rak,” tuturnya.

Semenjak harga telur naik, kata dia, peembeli sering mengeluh. Sehingga dirinya hanya mampu pasrah karena dari agen memang mahal.

“Ada juga yang bilang mau banyak keuntungan pedagangnya, saya bilang dari sana memang naiknya,” tuturnya

Sementara itu salah seorang pembeli, Dilla (22) berharap kenaikan harga telur ayam ini segara dapat diatasi.

“biasanya 4 butir Rp. 5 ribu dapat agak besar sekarang 3 butir Rp. 5 ribu dan itupun agak kecil,” keluhnya.

“Ya berharap turun, harga Rp 5 ribu per 4 butir saja mahal sebenarnya. Apalagi saya cuman anak kosan yang harus irit” ujarnya. (john)

Komentar