oleh

JK Terima Penghargaan dari Forum Kepemimpina Muslim Dunia

RADARLUWURAYA – Wapres, Jusuf Kalla (JK) mendapat penghargaan Distinguished Lifetime Achievement Award For Government Leadership. Penghargaan itu berasal dari Forum Kepemimpinan Muslim Dunia (World Muslim Leadership Forum – WMLF) ke-4 yang berlangsung di London, Inggris.

“Penghargaan Prestasi Seumur Hidup Istimewa Untuk Kepemimpinan Pemerintah itu diterima putri JK, Muchlisah Jusuf Kalla mewakili ayahandanya,” ujar Minister Counselor Pensosbud KBRI London,Thomas Siregar di London, Sabtu (8/12).

BACA JUGA : Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual !

Sekretaris Jenderal WMLF, Husna Ahmad, OBE, membuka acara bertempat di Churchil Room, Gedung Parlemen Inggris (House of Commons). Dia mengucapkan selamat datang kepada pejabat pemerintah berbagai negara, politisi, pemuka agama, pegiat masalah interfaith, akademisi dan peneliti.

Menteri Negara untuk Urusan Pembangunan Internasional Inggris, Lord Bates, hadir sebagai keynote speaker. Pada saat menerima penghargaan tersebut, Muchlisah Jusuf Kalla yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada penyelenggara. Dalam sambutan singkatnya, dia mengatakan pentingnya pemimpin muslim di seluruh dunia untuk memperhatikan masalah pendidikan, pembangunan dan perdamaian.

BACA JUGA : Wapres JK Buka Muktamar Pemuda Muhammadiyah

Dikatakan, ketiga faktor itu merupakan fundamen yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera. “Dalam terminologi Islam hal ini dikenal sebagai “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”. Pembangunan masyarakat tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya pendidikan yang maju, sementara pembangunan baik dalam bidang sosial, ekonomi, kebudayaan dan lain sebagainya tidak mungkin dilaksanakan tanpa ada perdamaian,’ kata Muchlisah Jusuf Kalla. .

Selain JK, beberapa tokoh lain mendapat penghargaan. Diantaranya Dato Seri Anwar Ibrahim untuk kategori Democratic Reforms dan Shelina Jan Muhammad untuk kontribusinya pada Kebudayaan Inggris. Konferensi WMLF ke-4 berlangsung pada 6 dan 7 Desember 2018 membahas berbagai permasalahan dihadapi umat Islam saat ini seperti meluruskan berbagai persepsi yang salah pada sebagian masyarakat terhadap Islam.(*/fin)

Komentar