oleh

Jokowi Transit, Polisi ‘Obrak-Abrik’ Massa Demonstran di Perbatasan

RADARLUWURAYA.com – Pagi ini Presiden RI, Joko Widodo bersama rombongan menggunakan 2 Unit pesawat TNI-AU A-2908 tiba dibandara I Lagaligo Bua, Kabupaten Luwu, Minggu (23/12)  pukul 08.40, kemudian take of menuju Tana Toraja pukul 09.05 wita.

Bupati Luwu, A. Mudzakar mengatakan, Presiden Jokowi hanya sekitar 5 melakukan peninjauan, dan akan lakukan kunjungan ke toraja setelah itu transit lagi dibandara bua dan melakukan bakal berkunjug ke Kota palopo untuk menyapa masyarakat.

“Tiga unit helikopter TNI-AY jenis H-3202 yang disiapkan, tiga hely itu dipergunakan oleh Jokowi bersama rombongan menuju Tana Toraja dan lepas Landas pukul 09.05 wita,” katanya.

Di sela-sela transit Presiden RI di Bandara Bua, sejumlah Mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa wija to Luwu menggelar aksi demonstarasi yang diperbatasan Kabupaten Luwu-Palopo untuk menyampaikan tuntutanya terkait Pencabutan Moratorium Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Luwu Tengah, Mekaarkan DOB Luwu tengah, termasuk Pemekaran Provinsi Luwu Raya ke Presiden RI, Jokowi secara langsung

Namun dalam aksi yang digelar mahasiswa itu, aparat keamanan dari Kepolisian Polres Palopo dan Luwu malah menyambut Mahasiswa dengan aksi refresif memaksa membubarkan massa demonstran.

BACA JUGA;Besok, Mahasiswa Bakal Sambut Jokowi Dengan Demonstrasi di Luwu

Demikian dikatakam Ketua HAM Lutim Batara Guru, Erick Estrada kepada radarluwuraya.com, disela-sela aksi. “Kami melakulan aksi diperbatasan Luwu-Palopo, kemudian kami di arahkan aksi di Wilayah Palopo. Namun kami mundur dan kembali untuk mengambil motor kami, kemudian sejumlah oknum polisi memukul massa aksi,” terangnya

“Saya dipukili bersama massa aksi yang yang lain oleh oknum polisi, belakang telinga saya dipukul. Saya kenal muka aparat rersebut menggunakan senjata laras panjang,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan massa aksi lainnya yakni dari perwakilan IMM Palopo, Algazali. Dirinya mengaku diperlakukan sewenang-oleh aparat keamanan dari Kepolisian yang sedang berjaga di wilayah tersebut.”Saya juga dipukul dan ditendang oleh oknum polisi,” katanya

Pantauan Radarluwuraya.com, Kapolres Palopo, AKBP Ardiansya S.IK yang ada di tempat langsung menghampiri massa aksi. Ardinsyah menuturkan jangan menghalangi kedatangan peresiden, sebab massa mahasiswa kata dia akan langsung berhadapan dengan TNI-Polri.

“Saya ini polisi cuman ingin menertibkan kalian, sini kunci motornya biar anggota yang memgambilkan,”bujuk Ardinsyah yang menghampiri massa Aksi

Usai perlakuan represif massa demonstrasi mahasiswa, Jendral Lapangan (Jendlap) aliansi Mahasiswa Wija to Luwu, Muh. Sultansyah meminta Kapolres Palopo dan Kapolres Luwu untuk segera mengevaluasi anggotanya yang melakukan tindakan represif.

“Kami akan lakukan aksi lagi ketika Pemda Luwu tidak membuat petisi terkait Pencaburan Monarium Daerah Otomi Baru (DOB) Luwu Tengah,” tegas Sultansyah Ketua PP Pemuda dan Mahasiswa Luwu. (john)

Komentar