oleh

Jualan Hari Minggu, Pedagang Pasar Malili Terancam Disanksi

MALILI, RADARLUWURAYA.com – Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam mengupayakan pencegahan penularan virus corona atau Covid-19 yang kian mewabah di Indonesia.

Seperti halnya kebijakan Pemerintah Kecamatan Malili terhadap aktifitas jual beli di Pasar Sentral Malili, yang terletak di Desa Baruga, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang beroperasi setiap Kamis dan Minggu.

Namun akibat wabah virus Covid-19, terpaksa harus di tutup dan hanya diperbolehkan buka pada hari kamis.

Hal itu disampaikan langsung oleh Camat Malili, Nur Saifullah Rahman, kepada warga dan pedagang yang ada di Pasar Sentral Malili, Kamis (26/3/2020).

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa kegiatan jual beli di pasar sentral malili di tiadakan di hari minggu yang berarti hanya ada sekali dalam sepekan, yakni hari kamis.

“Tidak ada pasar hari Minggu, pasar ditutup hari Minggu, hanya hari Kamis saja. Ini untuk kebaikan kita bersama,” kata Nur Saifullah lewat alat pengeras suara.

Soal Penyampaian tersebut, ia juga menegaskan, bahwa pedagang yang tetap ngotot menjual pada hari Minggu akan mendapatkan sanksi dari pemerintah.

“Bagi penjual yang tetap membuka jualannya ketika hari Minggu kami akan kenakan sanksi terima kasih,” tegas Nur Syaifullah.

Pihaknya meminta pedagang agar memahami kebijakan yang diambil pemerintah guna mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

Warga pun diharapkan senantiasa menerapkan pola hidup sehat dan mentaati seluruh imbauan pemerintah untuk mencegah Covid-19.

Pada kesempatan itu, hadir Kepala Desa Baruga, Roy Mursyam dan Kepala Desa Balantang, Musakkir Laiming.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop) Luwu Timur, Drs. Hj Rosmiati Alwy, mengatakan bahwa soal kebijakan ini telah di serahkan kepada pihak Kecamatan.

“Kami serahkan kepada pihak Kecamatan, pihak Disdagkop juga nantinya akan memasang papan pengumuman di pasar-pasar yang berisi tentang kebijakan yang di berlakukan pemerintah terhadap pasar,” jelasnya. (Rif)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *