oleh

Kantor BPN/ATR Luwu Timur di Geledah Tim Penyidik Tipikor Polda Sulsel

RADARLUWURAYA.com- Kantor Badan Pertanahan Nasional/Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) Luwu Timur hari ini, Senin (15/10/2018) terlihat lumpuh tanpa aktivitas seperti hari kerja biasanya.

Hal itu disebabkan oleh sejumlah personil Kepolisian bersenjata lengkap dari Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulawesi Selatan bersama dengan anggota Polisi Resor (Polres) Luwu Timur, mengepung dan menggeledah kantor BPN/ATR Luwu Timur.

Dari pantauan Radarluwuraya.com, Tim Tipikor Polda Sulsel melakukan penggeledahan terkait telah ditetapkannya Andi Fahmi, Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah BPN/ATR Luwu Timur sebagai tersangka, yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi pembebasan lahan pembangunan Masjid Islamic Center Tahun Anggaran (TA) 2018.

Telihat, Tim Tipikor Polda Sulsel memeriksa dan menggeledah seluruh ruangan kantor BPN/ATR Luwu Timur termasuk ruangan kerja Kasi Pengadaan Tanah, Andi Fahmi, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya Penyidik Polda Sulsel menetapkan Andi Fahmi sebagai terduga tersangka kasus korupsi pembebabasan lahan pembangunan Masjid Islamic Center TA 2018, berdasarkan hasil gelar perkara di Mapolda Sulsel.

Dalam hasil gelar perkara tersebut tersangka dijerat dengan Pasal 12 Huruf E UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Sebagaimana Telah Diubah Dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Dari informasi yang dihimpun Radarluwuraya.com, tersangka Andi Fahmi diduga melakukan pungutan terhadap pemilik tanah atau lahan yang akan dibebaskan dengan meminta sejumlah dana atau uang hasil pembayaran tanah yang sudah dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur untuk pembangunan Masjid Islamic Center Luwu Timur TA 2018.

Komentar