oleh

Kapalnya Dilarang Melaut, Anak Nelayan di Pangkep Putus Sekolah

RADARLUWURAYA.com, Pangkep – Anwar salah seorang nelayan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, hanya bisa meratapi nasibnya. Pasalnya, kapal yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan kini hanya bersandar di pesisir Kampung Bawasalo, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep.

Itu dampak pelarangan kapal tangkap ikan beroperasi di pesisir Kampung Bawasalo, Kecamatan Segeri, yang mengakibatkan para nelayan mengalami kesulitan ekonomi.

“Kita tidak tahu alasannya waktu itu. Cuma disampaikan bahwa dilarang beroperasi. Akhirnya semenjak saat itu kami tidak berani lagi keluar pakai-kapal ini. Hanya saja yang kami sayangkan di luar sana daerah pulau banyak yang menggunakan kapal serupa tetapi tidak dilarang,” keluhnya.

Tak ayal, pelarangan beroperasi itu, membuat dua orang anak Anwar, kini harus memutuskan sekolahnya. Akibat terkendala biaya.

Dirinya kini berharap, pemerintah memberikan solusi jika memang kapal mereka dilarang digunakan. Nelayan kehilangan pekerjaan. Kebutuhan sehari-hari, makin sulit dipenuhi.

“Anak saya ada dua yang berhenti sekolah semenjak ini kapal tidak bisa lagi menangkap ikan. Tidak ada biaya untuk sekolahkan lagi,” katanya

Sementara itu, Camat Segeri, Syahrul, mengaku, tidak tahu apabila ada pelarangan bagi warganya di pesisir Kampung Bawasalo tersebut. Ia janji segera membahas hal tersebut bersama aparat dan pemerintah Kelurahan Bawasalo.

“Tidak ada aturannya kalau dilarang, tetapi kami tetap akan cek lebih lanjut. Kami pasti cari solusi atas keluhan yang dirasakan warga pesisir itu. Saya akan koordinasikan secepatnya,” janjinya. (JPNN/HAT)

Komentar