oleh

Kasus Narkotika di Luwu Timur Sepanjang 2019 Meningkat

-HUKUM-147 views

MALILI, RADARLUWURAYA.COM- Kepolisian Resor (Polres) Luwu Timur melalui Satuan Reserse Narkotika merilis angka kejahatan transaksional narkotika sepanjang tahun 2019 mengalami kenaikan dibanding tahun 2018.

Kasat Resnarkoba Polres Luwu Timur, Iptu Hery, mengatakan selama Tahun 2019 terjadi kenaikan beberapa kasus kejahatan. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 9,28% jika dibandingkan dengan Tahun 2018 sebanyak 32 kasus dan tahun 2019 sebanyak 29 kasus ditangani Sat Resnarkoba Polres Luwu Timur.

“Selama tahun 2019, Sat Resnarkoba Polres Luwu Timur telah menangani kejahatan transaksional sebanyak 29 laporan Polisi dan penyelesaian sebanyak 29 kasus atau 100%,” yang terdiri dari berkas perkara yg P21 sebanyak 29 dan kiriman berkas perkara ke JPU tahap I sebanyak 4 kasus,” kata Hery, Senin (30/12/2019).

Hery mengungkapkan, perbandingan kasus narkoba pada tahun 2018 sebanyak 32 kasus menurun pada tahun 2019 sebanyak 29 kasus. Namun meningkat jumlah tersangka dimana pada tahun 2018 tersangka sebanyak 47 org dan meningkat pada tahun 2019 sebanyak 54 orang.

“Berarti meningkat sebanyak 7 org kemudian barang bukti pada tahun 2018 sebanyak 50,56 gram dan pada tahun 2019 meningkat sebanyak 153,03 gram,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, wilayah hukum Polres Luwu Timur berbatasan langsung dengan provinsi Sulteng dan Sultra yang dapat di jadikan perlintasan peredaran narkoba baik sebagai tempat pengiriman barang maupun penerimaan. Olehnya itu untuk dapat meminimalkan peredaran narkoba maka perlu disiapkan alat deteksi diri pada tempat perlintasan dan penyebrangan.

“Modus operandi yang semakin canggih dan semakin pintar serta keterlibatan oknum anggota Polri baik sebagai pengedar maupun pengguna sehingga sangat sulit untuk di ungkap bahkan bukan hanya masyarakat kota tetapi peredaran narkoba sudah sampai ke pelosok desa,” jelasnya.

Ia pun membeberkan, narkoba selama ini ditemukan di daerah luar Luwu Timur adalah barang bawaan dari luar Luwu timur dan umumnya dari Sidrap, Pinrang, Parepare, Palopo dan Makassar sehingga dalam memerangi kejahatan narkoba masih sangat diperlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat.

Untuk diketahui hasil pengungkapan tindak pidana narkoba pada tahun 2019 merupakan upaya penyelidikan yaitu melakukan controle delivery (penyerahan yang diawasi) dan undercaver buy (pembelian terselubung). (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *