oleh

Kejari Sebut Status Syarifuddin Daud Tahanan Kota

RADARLUWURAYA.com – Kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yayasan Masjid Agung Luwu Palopo, yang melibatkan Ketua Yayasan, K.H Syarifuddin Daud ternyata memiliki dua perkara. Satu di tangani Polda Sulsel, Satunya lagi di tangani Polres Palopo.

Hal ini di ungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kasi Pidsus Kejari) Kota Palopo, Greafik Loserte Kepada Radarluwuraya.com, Via Telefon, Sabtu (15/12/18).

Greafik menjelaskan, objek perkara yang di tangani Polda Sulsel yakni terkait Menara yang tahapannya saat ini dalam proses Penyidikan.

Perkara kedua, yakni ditangani Polres Kota Palopo terkait dugaan penyalah gunaan dana hibah masjid Agung Luwu Palopo senilai Rp 5 Miliar yang posisinya saat ini dalam tahapan Pengadilan Negeri Makassar.

Adapun terkait keberadaan Ketua Yayasan Masjid Agung Luwu Palopo, Syarifudin Daud di kediamannnya saat ini, diakui Kasi Pidsus Kejari Palopo berstatus tahanan oleh majelis hakim. Hal ini karena, adanya permohonan ke majelis hakim dari Syarifuddin Daud, dan permohonan itu dikabulkan.

“Alasan Syarifuddin Daud dibebaskan dari tahanan rutan menjadi tahanan kota karena permohonona beliau ke majelis hakim itu di kabulkan,” kata Greafik.

Lebih jauh Greafik menuturkan, dalam proses Sidang itu, terkait dana hibah masjid Agung Luwu Palopo yang di tangani penyidik polres palopo sebagaimana diterima oleh pihak kejari sementara dalam tahapan Pengadilan Negeri Makassar.

“Sudah sidang, posisinya sekarang ditahan oleh majelis hakim, tapi beliau (Syarifuddin Daud red) yang sampai pengadilan itu dari hasil sidik dari polres palopo terkait Hibah Masjid,” tandasnya. (john)

Komentar