oleh

Kejari Telusuri Dugaan Penyalahgunaan Pembagian Jasa Pelayanan RSUD I Laga Ligo Wotu

RADARLUWURAYA.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur mulai menelusuri dugaan penyalahgunaan kewenangan soal pembagian jasa pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wotu, Kabupaten Luwu Timur.

Direktur RSUD I Laga Ligo Wotu, Rosmini Pandin diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan soal pembagian jasa pelayanan. Jasa pelayanan kesehatan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD I Laga Ligo Wotu

Kejari Luwu Timur mulai menelusuri kasus tersebut setelah menerima pengaduan dari masyarakat tentang dugaan penyalahgunaan kewenangan soal pembagian jasa pelayanan.

Pembagian jasa tersebut telah ditetapkan oleh Direktur BLUD RSUD I La Galigo tersebut dengan rincian, jasa sarana sebesar 56 persen sementara jasa pelayanan sebesar 44 persen. Sedangkan asumsi penerimaan RSUD I La Galigo dari BPJS senilai Rp64 milyar tahun 2018.

Untuk pembagian jasa pelayanan administrasi sendiri dengan rincian, Direktur 5 persen, KTU dan Kepala Bidang, 2,5 persen, Kepala Seksi, 3 persen, pengelola, 2,5 persen dan staf administrasi, 2 persen.

Adanya aduan masyarakat yang ditujukan kepada pihak RSUD I La Galigo Wotu, dibenarkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Luwu Timur, Koharuddin, saat ditemui, Senin (17/9/2018)

“Benar ada aduan dari masyarakat. Pesannya ditujukan ke RSUD I Laga Ligo Wotu. Soal kegiatan yang diadukan oleh masyarakat belum dapat kami beberkan ke public,” ungkap Kohar

Sementara itu, Direktur RSUD I La Galigo Wotu, Rosmini Pandin yang dikonfirmasi mengaku telah mendapatkan informasi. Namun dia belum mengetahui aduan tesebut secara detail.

“Aduan apa itu dek, korupsi apa, tidak adaji dek (Panggilan), korupsi apa itu di?,” ungkap Rosmini via telepon.

Komentar