oleh

Keluarga Almarhum Dandi Bakal Demo Lagi, Jalur Trans Sulawesi Terancam Diblokade

RADARLUWURAYA.com – Ratusan massa yang menamakan diri Aliansi Pemuda Mappedeceng rencanya akan menggelar unjukrasa, Selasa 22 Januari 2019 nanti.

Unjuk rasa ini akan dilakukan dengan memblokade jalur Trans Sulawesi di Desa Mappedeceng, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara (Lutra).

“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan menggelar aksi besar-besaran,” kata Baron yang rencananya bertindak sebagai koordinator aksi, Jumat (18/1/ 2019).

Rencana aksi unjukrasa ini menyusul tewasnya salah satu rekan mereka, Ahmad Dandi (19). Mayat Dandi ditemukan oleh warga di Bendungan Baliase, Luwu Utara, Senin (14/1/2019) lalu.

Jika aksi massa ini terlaksana, maka jalur Trans Sulawesi terancam lumpuh.

Sebelumnya diberitakan, Dandi sempat terlibat kejar-kejaran dengan anggota Satreskrim Polres Lutra pada Sabtu (12/1/2019) lalu.

Dandi ditetapkan tersangka dan menjadi target penangkapan polisi karena diduga terlibat perkelahian kelompok antar kampung yang melibatkan warga Dusun Beringin dan Dusun Tanarata, Desa Mappedeceng, Kecamatan Mappedeceng, Lutra.

Saat kejar-kejaran terjadi, sempat terdengar beberapa kali suara tembakan. Diduga Dandi nekad melompat ke dalam Sungai Baliase.

“Saat adik saya lompat ke dalam sungai, polisi kemudian pulang dan melarang siapapun melakukan pencarian,” kata Irmawati, kaka korban.

Beberapa kali keluarga Dandi meminta bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lutra namun ditolak dengan alasan tidak adanya izin dari polisi.

“Setiap saya ke polres, jawabannya selalu sama yaitu tidak bisa mengambil kebijakan karena Pak Kapolres (Boy) masih di Rampi. Itu terus yang dikatakan setiap kami (keluarga korban) ke sana (Polres),” katanya.

Warga beserta keluarga yang secara sukarela melakukan pencarian baru menemukan Dandi dalam kedaan sudah tidak bernyawa, dua hari setelah yang bersangkutan dinyatakan hilang.

Pernyataan polisi yang mengatakan bahwa tidak terjadi pengejaran juga disesalkan keluarga Dandi. “Saya dengar sendiri ada salah satu anggota yang mengatakan bahwa Dandi melompat ke dalam sungai,” kata Irfan, rekan Dandi.

Baron menuturkan, pernyataan polisi bahwa di lokasi kejadian suasananya gelap juga tidak sesuai fakta. Karena lampu penerangan di sekitar Bendungan Baliase tidak pernah padam.

“Dalam rekaman CCTV yang ada di Bendungan Baliase sangat jelas beberapa anggota polisi melakukan pengejaran,” katanya. (*)

Komentar