oleh

Kemendes Sosialisasi Pemanfaatan Dana Desa di Lutra

RADARLUWURAYA.com – Kementrian Desa (KemenDes) sosialisasi pemanfaatan dana desa untuk pengembangan kemitraan dan kerjasama desa di Hotel Remaja Masamba, Senin (19/11).

Ketua Pokja Masyarakat sipil KemenDes, Idham Arsyad mengatakan, dana desa merupakan anugrah untuk masyarakat dari zaman kolonial. Desa pertama kalinya punya Undang Undang Desa kata dia, kurang lebih selama 10 tahun undang-undang desa diperjuangkan oleh pegiat Desa.

“Ada tujuh kepentingan undang-undang desa dan itu ada dalam UUD, salah satunya adalah dana desa. Desa juga mengakui keberagaaman yaitu dengan adanya desa adat,” tuturnya.

Peserta Sosialisasi pemanfaatan Dana Desa di Lutra, Senin (19/11). (herman/radarluwuraya.com)

Untuk itu kata dia, dengan ada nya dana Desa, itu merupakan salah satu cara mengakui keberadaan Desa.

Dijelaskannya pula, salah satu landasan dalam UUD adalah asas rekognisi. Rekognisi ini berisi hak prerogatif Desa dalam memanfaatkan, mendukung dan memperkuat usaha ekonomi desa yang sudah ada melalui pemanfaatan dana Desa.

Sehingga tidak lagi dilandasi oleh tindakan intervensi dari aparat Desa lainnya atau struktur di atas desa seperti yang bertahun-tahun terjadi pada desa-desa di seluruh Nusantara.

“Bukan rahasia lagi, sebelum aspirasi yang kemudian melahirkan UU Desa lahir, desa-desa di seluruh negeri ini tidak memiliki kekuatan mengatur diri sendiri. Hampir semua kebijakan dan arah pembangunan desa diatur oleh struktur di atas desa seperti Kecamatan, Kabupaten, Provinsi bahkan Pemerintahan pusat,” jelasnya.

Sosialisasi ini dilakukan sebagai upaya untuk pengembangan kemitaraan dan kerjasama desa. Turut hadir dalam agenda ini yakni
Tenaga Ahli Kabupaten Lutra (P3MD), Keluarga Besar Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Aparat Desa serta tokoh Pemuda. (herman)

Komentar