oleh

Kementan Gelontorkan Rp78,5 Miliar Untuk Kesejahteraan Petani Luwu Raya

RADARLUWURAYA.com – Kementerian Pertanian menggelontorkan bantuan senilai Rp 78,5 miliar untuk Luwu Raya yakni Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Palopo pada tahun ini.

Anggaran direalisasikan dalam berbagai bentuk seperti benih padi taro, benih jagung naga, benih cengkeh, benih kakao, traktor, pompa air, bibit ayam berikut pakan dan obat-obatan dan juga kambing. Khusus untuk Kabupaten Luwu mendapat bantuan bibit kakao sebanyak satu juta batang.

“Luwu mempunyai agro klimat yang terbaik se-Sulawesi. Maka dari itu kita harus manfaatkan sebaik mungkin. Mimpi kita, Luwu harus bisa ekspor langsung ke luar, misalnya India,” jelas Mentan Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (11/3).

Menteri Amran menyerahkan bantuan kepada masyarakat secara langsung. Ratusan petani dari berbagai kelompok tani antusias atas bantuan yang nyata diserahkan yaitu kambing dan khusus untuk santri milenial diberikan traktor dan beberapa jenis bibit unggul.

Amran juga memberikan bibit kakao untuk Provinsi Sulsel sebanyak 500 ribu batang. Kemudian tambahan bantuan untuk Luwu Raya berupa ayam 400 ribu ekor berikut pakan dan obat-obatan, kambing 200 ekor, bibit lada 150 batang, dan jagung 10 ton.

“Saran saya buat petani cuma satu, jam enam pagi dari rumah jam enam sore baru pulang. Jangan pernah kena matahari di rumah, kerja, kerja dan kerja,” jelasnya.

Selain itu, Amran mendorong petani agar terus meningkatkan produktivitas berbagai komoditas pangan khususnya perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi melalui program mengembalikan kejayaan rempah komoditas perkebunan agar Indonesia kembali menjadi penghasil rempah-rempah terbesar di dunia.

Bupati Luwu Basmi Mattayang mengatakan, berkat bantuan alat mesin pertanian dan bibit unggul telah meningkatkan produktivitas padi yakni 6,5 ton per hektare. Dalam upaya peningkatan ketahanan pangan, Kabupaten Luwu telah menempatkan satu desa satu pendamping.

“Tema kegiatan hari ini mengembalikan kejayaan rempah dan komoditas perkebunan lainnya patut diapresiasi karena terdapat kegiatan peremajaan dan hilirisasi industri pengolahan produk perkebunan. Program ini kami yakin meningkatkan pendapatan petani,” paparnya. [Rmol]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *