oleh

Komoditas Pertanian Sulsel Senilai Rp 852 M di Ekspor

RADARLUWURAYA.com – Komoditas pertanian Sulawesi Selatan (Sulsel) senilai Rp 853 miliar resmi dilepas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam acara Gebyar Ekspor Komoditas Pertanian Sulsel 2019 di Kawasan Industri Makassar (Kima), Makassar, Sulsel, Rabu (13/3).

“Hari ini kita ekspor (komoditi pertanian sulsel) kurang lebih Rp 800 miliar, kemudian untuk Indonesia Tahun 2017 kita ekspor 33 juta ton, tapi di 2018 kita ekspor 42 juta ton, bayangkan naik 10 juta ton dalam waktu empat tahun lebih,” ungkap Menteri Amran.

Amran mengaku bangga dengan torehan ekspor ini. Menurutnya, lonjakan ekspor pertanian Sulsel menjadi salah satu indikator Indonesia.

“Ada dua hal yang kita lakukan kalau ingin Indonesia bangkit, investasi dan ekspor, yang kita lakukan hari ini adalah ekspor,” terangnya.

Sementara itu, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi yang turut hadir dalam acara itu mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung penuk ekspor pertanian Sulsel. Ada dua cara yang disiapkan, yaitu memberikan kemudahan dan insentif fiskal.

“Kami siap memberikan apa apa yang menjadi kemenangan, kami untuk mendukung kegiatan mulai dari hulu sampai hilir. Khususnya di agrikultural,” ungkapnya.

Gubernr Sulsel, Nurdin Abdullah menjelaskan bahwa pelepasan ekspor ini merupaka yang kedua dalam dua bulan terakhir. Ekspor pertama dilakukan pada 23 Februari lalu melalui Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Nilai ekspornya mencapai nilai Rp 241,73 miliar.

“Saya kira kita patut berbangga karena dalam empat tahun terakhir kita tidak lagi menjadi negara pengimpor, tapi negara pengekspor. Ekspor Sulawesi Selatan meningkat 18 persen,” tuturnya.

Adapun komoditas ekspor pertanian ini mencakup buah pisang ke Malaysia, buah manggis ke China, buah markisa ke Singapura, vanilli kering ke Turki, dan sarang burung walet ke China.

Selain itu ada juga kacang mede yang diekspor ke Thailand, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jerman, Australia, Kanada dan Malaysia.

Dari keseluruhan total komoditas pertanian Sulsel yang diekspor senilai Rp 852.681.901.890, dengan berat total sekitar lebih dari 1 juta ton. [RadarLuwuRaya/Rmol]

Komentar