oleh

KPU Anjurkan Paslon Kampanye Lewat Media

-POLITIK-38 views

MALILI, RADARLUWURAYA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta pasangan calon (Paslon) yang sudah ditetapkan, dianjurkan berkampanye lewat media daripada mengumpulkan massa.

Soal durasi waktunya pun, juga telah diperpanjang sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020.

Ketua KPU Luwu Timur, Zaenal mengatakan, di tengah pandemi ini, tidak ada lagi sifatnya kampanye yang melibatkan banyak orang.

“Jadi metodenya itu, kampanye lewat media yang dianggap efektif,” kata Ketua KPU Luwu Timur, Zaenal saat dikonfirmasi Kamis (18/6) kemarin.

Zaenal menjelaskan, di luar dari itu, KPU Luwu Timur juga akan memfasilitasi iklan Kampanye kepada kandidat yang nantinya ditetapkan sebagai pasangan calon.

Menurut Enal Sapaan akrabnya, kampaye media iklan untuk kandidat itu sudah diatur dalam PKPU.
“Kita di KPU ada anggaranya, namanya kampanye media iklan, nanti bekerja sama dengan beberapa media,” ujar Zaenal.

Meski begitu, Zaenal tidak membatasi calon yang ingin beriklan di media, karena menurutnya itu dianggap efektif di tengah pandemi Corona ini.

“Jadi kita di KPU hanya membuka ruang itu, bahwa sudah mulai masa kampanye lewat media,” katanya.

Sambungnya, mengenai durasi kampanye di media, apakah masih 21 hari, itu juga masih menuggu aturan lebih lanjut.

“Bisa jadi durasinya ditambah. Tapi yang jelas itu ada media iklan kampanye,” sebutnya.

Dengan adanya kampanye lewat media sejumlah kampanye yang melibatkan banyak orang pun ditiadakan. Seperti, kampanye rapat umum atau kampanye akbar paslon. “Kampanye akbar, itu tidak ada lagi, karena melibatakan banyak orang,” tegas Zaenal.

Meski begitu, Zaenal tetap memberikan kelonggaran kepada kandidat masih bisa berkampanye secara tatap muka dengan jumlah terbatas dan mematuhi standar protokol kesehatan. (rif/rlr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *