oleh

Ledakan Penduduk Bisa Jadi Malapetaka

RADARLUWURAYA – Pemerintah saat ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur tetapi juga fokus bagaimana peningkatan Sumber daya manusianya.

Demikian diungkapkan Anggota DPR RI Komisi IX, Andi Fauziah Pujiwatie Hatta saat menghadiri kegiatan kemitraan di desa Padang Kalua Kec. Lamasi Kab. Luwu.

Andi Ichi–sapaan akrabnya– pada kegiatan sosialisasi pembangunan keluarga itu, menyampaikan pentingnya masyarakat memahami urgensi dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.

Sebab jika tidak, itu akan membahayahkan, bahkan menjadi malapetaka untuk daerah dan negara. Olehnya itu, melalui kegiatan sosialisasi pembangunan keluarga pemerintah berharap, pola pikir masyarakat terbuka tentang bahaya ledakan penduduk yang terjadi saat ini.

BACA JUGA : Andi Ichi Ajak Bapak-Bapak Ikut KB

”Jika ledakan penduduk ini tidak dikelola dengan, baik akan jadi malapetaka untuk daerah kita,” katanya, Senin (10/12/2018).

Dalam kunjungannya legislator partai Golongan Karya (Golkar) ini didampingi Perwakilan BkkbN Prov. Sulawesi Selatan Drs. Abd. Gaffar. Kegiatan yang dipadati ratusan orang yang didominasi emak-emak ini berlangsung meriah.

Dalam kunjungannya Legislator partai Golongan Karya (Golkar) ini menekankan bahwa saat ini pemerintah dan legislatif tengah fokus pada pembangunan Keluarga untuk menciptakan keluarga yang sejahtera. Dimana program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

BACA JUGA : Andi Ichi : Pemerintah Fokus Pengembangan Kampung KB

Andi Fauziah juga menekankan, program Pembangunan keluarga ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah untuk mendukung program nasional keluarga berencana.

Ichi menambahkan, anggota DPR khususnya di komisi IX memiliki tugas untuk mendorong program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga seluruh masyarakat juga diharapkan dapat memanfaatkan dengan baik program ini.

Pada Kesempatan tersebut Andi Fauziah juga menyerahkan bantuan satu unit labtop untuk kerukunan keluarga bolong yang diterima oleh bapak Nuh Ibrahim. (john)

Komentar