oleh

Luthfi Singgung DOB Provinsi Luwu Raya dan Dana Hibah MALP

RADARLUWURAYA.com – Anggota DPR RI Muchtar Luthfi A Mutty hadir di Kota Palopo. Dia diundang oleh Pengurus Remaja Masjid Agung Luwu Palopo (MALP) sebagai pembicara dalam diskusi bertajuk dialog umum awal tahun.

Dialog yang diikuti undangan dari berbagai pihak tersebut berlangsung selama kurang lebih 2 jam pada Rabu (2/1) malam, diikuti seratusan peserta di Mega Plaza.

Luthfi banyak membahas persoalan kebangsaan dewasa ini, hingga persoalan di daerah Tana Luwu umumnya dan Kota Palopo khususnya.

Soal nasional misalnya, ia membahas empat isu utama reformasi, seperti demokrasi, desentrilasasi, penegakan hukum, dan pemberantasan KKN.

“Kita perlu merefleksi kondisi bangsa pasca 20 tahun reformasi. Bagaimana kondisi demokrasi kita yang secara substansi dinilai masih lemah, desentralisasi persoalan bangsa ikut terasa di daerah, KKN masih begitu terasa, dan penegakan hukum yang kadang tajam ke bawah tumpul ke bawah,” jelas Luthfi.

BACA JUGA; Jadi Spot Selfie, Jokowi tak Dengar Aspirasi Mahasiswa

Sementara itu dalam sesi dialog, beberapa peserta nampak antusias menanggapi pemaparan Luthfi. Seperti dari aktivis Sumardi yang akrab disapa Bung Black mempertanyakan rencana pembentukan provinsi Luwu Raya. Ada juga Irsal, Ketua PC PMII Kota Palopo yang menanyakan kisruh yang terjadi di MALP.

Lebih lanjut Luthfi menjelaskan, persoalan Provinsi Luwu Raya sudah masuk dalam persiapan daerah otonom baru. Adapun soal kisruh di MALP, ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi ini.

“Yang saya tahu dalam kasus di MALP, bantuan hibah tersebut tidak ditemukan indikasi kerugian negara, tiap tahun ia dipertanggungjawabkan ke Pemda serta telah diaudit oleh BPK RI. Tapi kok di belakang hari, malah ulama yang mengurusi masjid tersebut malah dipenjarakan,” tegasnya.

BACA JUGA; Ini Keterangan Saksi Sidang Kasus Dana Hibah Masjid Agung Luwu Palopo

Pelaksana dialog sendiri melalui Sekretarisnya, Irwan, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kami ucapkan. Periode kami bersama Ketua kami Reski Azis, akan berakhir tahun ini. Jadi ke depan kami akan menggelar pemilihan pengurus baru,” ungkap Irwan yang juga merupakan guru SD IT Darussalam Yayayan MALP tersebut.

Turut hadir dalam dialog ini, undangan dari MPC Pemuda Pancasila, PC GP Ansor, Yayasan, Majelis Taklim dan Jamaah MALP. Hadir juga Panwascam Wara, perwakilan Kemenag, pondok pesantren, tokoh Parpol, guru, mahasiswa, LSM, pers, dan banyak lagi. (*)

Komentar