oleh

Lutim Disebut Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Sulsel

MALILI, RADARLUWURAYA.com — Kabupaten Luwu Timur saat ini dinyatakan sebagai salah satu episentrum baru penyebaran Corona Virus Disease atau Covid-19 di Sulawesi Selatan.

Hal itu ditandai dengan jumlah pasien positif Covid-19 yang terus melonjak, bahkan masuk dalam kategori tertinggi ke dua setelah Kota Makassar.

Demikian diungkapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, dalam rapat virtual bersama promotor kesehatan masyarakat BNPB, dr Luna Kamal dan Ketua AJI Kota Palu, dalam acara “Masa Transisi di Sulawesi: Strategi dari Zona Merah ke Zona Hijau”, Rabu (10/6).

“Saya ingin mengatakan bahwa hari ini kita masih tersisa Luwu Timur sebagai klaster baru,” ungkap Nurdin Abdullah.

Selain Luwu Timur, Nurdin Abdullah juga menyampaikan, masih ada Kabupaten Maros dan Kota Makassar yang sementara diatasi.

“Kedua adalah Maros dan Makassar. Tinggal tiga itu, yang lain saya kira Insyaallah belum ada lagi transmisi lokal,” tambahnya.

Adapun Kabupaten Toraja Utara sudah dinyatakan masuk zona hijau atau sama sekali tidak ada penularan Covid-19. “Sulawesi Selatan itu yang tidak ada satupun yang terkontaminasi positif itu Toraja Utara,” katanya.

Sementara untuk kabupaten kota yang memiliki PDP, ODP, OTG maupun positif dipusatkan penanganannya di Kota Makassar.

“Memang beberapa kabupaten kita sinergi, program yang kita kemas dalam Wisata Covid-19. Semuanya yang ada di kabupaten itu dibawa ke Makassar, di isolasi di Makassar,” jelasnya.

Sementara yang dianggapnya masih zona merah adalah Makassar. “Yang merah itu Makassar, karena memang kemarin ini ada pelonggaran yang dilakukan Pemkot, padahal kita berharap Makassar ini adalah episentrum penularan utama, maka kita ingin Makassar lebih ketat lagi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dirilis Tim gugus Covid-19 Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kominfo menyebutkan, angka pasien covid-19 sudah mencapai 399 kasus.

Rinciannya, 242 orang masih dirawat dan 157 orang dinyatakan sembuh. Sementara itu, 52 orang status pasien dalam pengawasan (PDP) dimana proses pengawasan 8 orang, selesai pengawasan 40 orang dan 4 orang dinyatakan meninggal dunia. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *