oleh

Lutra Terima Tiga Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda

RADARLUWURAYA – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menerima tiga penghargaan berupa sertifikat penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI. Penyerahan sertifikat itu dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (10/10/18) kemarin.

Ketiga WBTB itu yakni Kapurung kategori Kemahiran dan kerajinan Tradisional, Tari Pajjaga Bone Balla untuk kategori Seni Pertunjukan, dan tari Mangaru untuk kategori Tradisi dan ekspresi lisan.

Untuk Sulawesi Selatan sendiri, selain Luwu Utara, terdapat delapan daerah lain yang memperoleh penghargaan serupa dengan total keseluruhan sebanyak 21 WBTB, misalnya Luwu Timur dengan Tari Kajangki, Toraja Utara dengan Rambu Solo’ dan Mangrara Banua.

BACA JUGA: Luwu Utara, Kabupaten Pertama yang Laksanakan Hari Pangan Sedunia di Daerah

Kasubid Cagar Budaya dan Permuseuman pada Dinas Pariwisata Luwu Utara, Andi Syarifah mengatakan pihaknya bersyukur ada tiga warisan budaya Luwu Utara yang meraih sertifikat.

Menurutnya, penetapan WBTB itu merupakan inventaris dan pelestarian seni, serta budaya di Kabupaten Luwu Utara. Sehingga, selanjutnya tidak ada lagi klaim sepihak atas seni budaya asli Indonesia khususnya berasal dari Luwu Utara.

Ke depan, setelah ditetapkan menjadi WBTB Indonesia tahun 2018, nantinya ketiga WBTB asal Luwu Utara akan terus dikawal sehingga mampu menjadi WBTB di tingkat internasional yang ditetapkan oleh UNESCO.

Untuk di ketahui, Sulawesi Selatan telah memiliki satu warisan budaya yang telah ditetapkan untuk tingkat internasional oleh Unesco. WBTB itu yakni seni pembuatan kapal Pinisi pada tahun 2017 lalu.

Komentar