oleh

Mahasiswa Desak Tuntaskan Kasus DID Luwu Utara

RADAR LUWURAYA- Sejumlah mahasiswa yang Kabupaten Luwu Utara dari berbagai lembaga menggelar aksi unjukrasa di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Minggu (09/12/2018).
Aksi unjukrasa ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Se Dunia.

Demonstran yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Luwu Utara (AMPETA) ini meminta kepada penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus dugaan korupsi DID Luwu Utara 2013 yang mengendap sejak beberapa tahun lalu.

Selain itu, para mahasiswa juga meminta kepada aparat penegak hukum agar segera menuntaskan berbagai kasus korupsi yang ada di Kabupaten Luwu Utara. Mereka juga mendesak agar segera diusut dugaan korupsi pengadaan Buku K13 di Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara tahun anggaran 2017 yang nilainya mencapai Rp2,3 Miliar.

BACA JUGA : Mahasiswa Minta Kejagung Evaluasi Pejabatnya di Palopo

Terakhir, mereka menuntut agar segera dituntaskan kasus penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) yang diduga terjadi di Desa Takkalala.

Pada aksi unjukrasa itu, tergabung Himpunan Mahasiswa Islam, SAPMA Pemuda Pancasila, IPS Luwu Utara, Renkarpala C.M Luwu Utara, dan IMM Kabupaten Luwu Utara.

”Jelas bahwa korupsi dapat membahayakan dan akan menghancurkan negara ini. Korupsi memanipulasi kemakmuran dan kebahagian publik, karena sifatnya yang memperkaya diri atau kelompoknya sendiri,” kata Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu Utara, Ikrama dalam orasinya.

Ia mengatakan, penyimpangan anggaran yang terjadi karena perilaku koruptif oknum perjabat tertentu, telah menurunkan kualitas pelayanan negara kepada masyarakat, termasuk di Kabupaten Luwu Utara.

BACA JUGA : Wadek FH Unanda : Korupsi Lebih Kejam dari Terorisme

Sementara itu, Ketua HMI Komisariat I Lagaligo, Muh. Hasan dalam oransinya menyebutkan pada tingkat makro, penyimpangan dana
masyarakat ke dalam kantong pribadi telah menurunkan kemampuan negara untuk memberikan hal-hal yang bermanfaat untuk masyarakat, seperti pendidikan, perlindungan lingkungan, penelitian, dan pembangunan.

”Sedangkan pada tingkat mikro, korupsi telah meningkatkan ketidakpastian pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (herman)

Komentar