oleh

Mahasiswa di Palopo Coba Dobrak Pintu Ruang Rektor

RADARLUWURAYA.com – Ratusan mahasiswa Universitas Andi Djemma menggelar aksi unjuk rasa didepan Rektorat dengan membakar ban bekas, Jumat (15/3).

Dalam aksinya, mereka meminta agar kepada Rektor untuk mencabut keputusan Dekan Fakultas Ekonomi yang telah menjatuhkan sanksi skorsing kepada tiga mahasiswa dan surat sanksi peringatan kepada enam mahasiswa lainnya.

Aksi saling dorong sempat terjadi dengan pihak pengamanan kampus saat ratusan mahasiswa memaksa masuk ke dalam ruang rektorak. Mereka juga sempat mendobrak pintu ruang rektorat.

 

BACA:

Adu Kecepatan Internet Kabel, Indonesia Paling Lelet se-Asia Tenggara

 

Koordinator lapangan, Galang Syaputra mengatakan rekan mereka yang mendapat skorsing oleh pihak dekan Fakultas Ekonomi karena melakukan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

“Kawan-kawan kami mendapat tindakan intimidasi dari pihak kampus hanya karena mereka melakukan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. Pihak kampus tidak terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak birokrasi atau komisi disiplin,” kata Galang.

Karena itu, lanjut Galang, Kami meminta kepada rektor untuk mencabut sanksi skorsing tiga mahasiswa dan juga mencabut surat peringatan kepada enam mahasiswa lainnya.

 

BACA:

KPK OTT Ketum PPP Romahurmuziy

 

Sementara itu, Pembantu Rektor III Kampus Universitas Andi Djemma Palopo, Laola Usmani mengatakan bahwa pihak kampus tetap menjalankan keputusan Fakultas Ekonomi yang telah menjatuhkan sanksi kepada mahasiswa, namun masih menunggu hasil rekomendasi komisi disiplin kampus untuk melihat kembali sanksi yang telah dijatuhkan.

Terkait tuntutan mahasiswa, kami masih menjalankan keputusan dekan fakultas ekonomi, namun kami juga masih menunggu hasil dari rekomendasi komisi disiplin karena mereka yang melakukan telaah atas keputusan tersebut, jadi keputusannya setelah ada hasil telaah dari komisi disiplin,” terang Laola usmani. (tami)

Komentar