oleh

Mahasiswa Laporkan Tindakan Represif Oknum Polisi ke Propam

RADARLUWURAYA .com – Usai melakukan aksi demonstrasi di perbatasan Kabupaten Luwu dan Kota Palopo, salah satu organisasi Mahasiswa kepemudaan (OKP) yakni dari Ham-Lutim Batara Guru melaporkan tindakan represif dari aparat Kepolisian, Minggu (23/12).

Tindakan represif dari kepolisian ini bermula dari aksi damai Mahasiswa aliansi wija to luwu yang ingin menyampaikan aspirasi terbuka nya untuk Presiden RI, Joko Widodo yang ingin berkunjung ke Tana Toraja.

Akibat tindakan refresif oknum aparat kepolisian tersebut menyebabkan beberapa mahasiswa dari massa aliansi wija to Luwu mengalami luka di bagian tubuh. Salah satunya Ketua Umum Ham Lutim Batara Guru, Erick Estrada yang mengalami luka di bagian perut, dada sebelah kiri, kepala dan paha akibat di tendang dan di pukul oleh oknum kepolisian.

BACA JUGA; Jokowi Transit, Polisi ‘Obrak-Abrik’ Massa Demontran di Perbatasan

Laporan pengaduan ini resmi diterima Divisi Profesi dan Pengamanan (Prapam) Polres Palopo, Minggu (23/12) sore ini.

Kasat Intelkam Polres Palopo, AKP H Andi Yusuf membenarkan adanya laporan tersebut. Untuk itu, pihaknya akan mempelajari kasus dugaan pemukulan tersebut.

BACA JUGA; Lagi, Aparat Amankan Dua Mahasiswa saat Kunjungan Presiden ke Palopo

“Untuk saat ini kami akan pelajari dulu video pemukulan ini untuk memastikan ini masuk dalam wilayah Kota Palopo. Karna ketika di luar Kota Palopo, itu menjadi wewenang Polres setempat,” jelasnya.

Sementara Ketua Umum Ham-Lutim Batara Guru, Erick Estrada usai membuat laporan ke Propam Polres Palopo berharap, Polres Palopo untuk mengusut tuntas insiden pemukulan yang dilakukan oleh oknum polisi yang melakukan tindakan represif. Sebab tindakan ini dinilai menyalahi aturan dalam menyuarakan aspirasi.

Ketua Umum Ham Lutim Batara Guru usai membuat laporan ke Propam Polres Palopo.

BACA JUGA; Jadi Spot Selfie, Jokowi tak Dengar Aspirasi Mahasiswa

“Apabila kasus ini tidak di indahkan, maka kami secara kelembagaan akan menindaklanjuti nya,” tegas Erick Estrada.

Dalam laporan ini, oknum polisi yang melakukan tindakan kekerasan terhadap aktivis mahasiswa Wija to Luwu belum diketahui wilayah tugasnya. Sebab dalam pengamanan saat transit dan kunjungan Presiden RI, Joko Widoo ke Luwu dan Palopo melibatkan sebanyak 500 personil gabungan dari unsur TNI dan Polri mulai dari Kodim 1403 Sawerigading, Polres Palopo dan Polres Luwu. (Rian)

Komentar