oleh

Manfaatkan Hibah Dikti, Dosen STIEM Kembangkan Sirup Dengen

RADARLUWURAYA – Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Palopo melakukan pengembangan rumah industri sirup buah dengen, dengan menggunakan hibah dari Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti).

Pengembangan rumah industri sirup buah dengan itu dilakukan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Desa Atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

BACA JUGA : Pemkab Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis Lada Towuti

Ketua Tim Pelaksana, Sri Wahyuni Mustafa mengatakan, pelaksanaan kegiatan itu menyesuaikan jadwal KKN-PPM yang telah ditetapkan oleh STIE Muhammadiyah Palopo, yakni mulai 2 Juli hingga 2 Agustus 2018.

”Alhamdulillah tahun ini saya mendapat amanah dari Dikti untuk melaksanakan program ini di Desa atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur,” kata Sri wahyuni, Rabu, (24/10/2018).

Pada kegiatan ini kegetian ini Sri Wahyuni Mustafa didampingi Halim Usman sebagai anggota tim pelaksana dengan melibatkan 6 mahasiswa KKN-PPM STIE Muhammadiyah.

BACA JUGA: 344 Mahasiswa STIE Muhammadiyah Palopo Diwisuda

Lanjut dikatakan Sri Wahyuni, timnya menggunakan buah Dengen untuk dijadikan sebagai Jus, karena buah dengen merupakan buah khas berasal dari Luwu Raya. Apalagi, buah degen saat ini sangat jarang dimanfaatkan oleh masyarakat yang ada di Luwu Raya. Padahal, bagi mereka, buah dengan mengandung vitamin yang cukup baik untuk kesehatan manusia.

”Selama kegiatan, kita melakukan pelatihan pembuatan sirup buah dengen serta melakukan event pameran nantinya. Metodenya adalah, kunjungan kelompok, diskusi kelompok untuk mengetahui keinginan kelompok sasaran, pratik pembuatan Rumah industri yang kita menyesuaikan dengan keinginan kelompok sasaran, promosi hasil kerja kelompok sasaran serta membuatkan label kemasan yang menarik,” jelas Sri Wahyuni.

Ia menambahkan, target dari kegiatan tersebut adalah untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi masyarakat. Juga yang terpenting adalah meningkatkan pengetahuan tentang pengolahan hasil pertanian secara langsung menjadi suatu produk mempunyai nilai jual yang lebih,” tutupy. (john)

Komentar