oleh

Mayat Setengah Telanjang Gegerkan Warga Lasusua Kolut, Diduga Korban Pemerkosaan

RADARLUWURAYA.com – Sosok mayat perempuan diketahui bernama Safia (35) Warga Desa Batu Ganda, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara ditemukan dalam kondisi berlumuran darah dan setengah telanjang di tengah kebun Kakao milik warga setempat, Minggu (3/3/2019) sekitar pukul 07.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, perempuan tersebut diketahui merupakan penyandang Disabilitas.

Jajaran Reskrim Polres Kolut yang mendapat laporan warga setempat langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat kejadian Perkara (TKP). Aparat menduga ada upaya pemerkosaan sebelum kemudian korban dibunuh memakai batu.

Demikian diungkapkan Kasat Reskrim Polres Kolut Iptu Ahmad Fatoni, Senin (4/3).

“Kronologisnya ada warga yakni Sahril yang merupakan Kepala Dusun (Kadus), melewati area perkebunan dan melihat sesosok tubuh perempuan yang terlentang di tanah dan telah meninggal dunia dengan darah keluar dari kepala,” ungkap Ahmad Fatoni.

Setelah aparat Polres Kolut melakukan olah TKP, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Jafar Harun Lasusua untuk dilakukan visum.

Selanjutnya kata dia, untuk mengungkap kasus ini aparat Polisi setempat mulai membentuk tim penyidik untuk mencari data dan informasi dibantu Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polda Sultra.

“Dari keterangan keluarga, korban meninggalkan rumah yang berada di salah satu wilayah dusun III di Desa Batuganda, pada Sabtu malam. Setelah dihubungi oleh seseorang, korban juga diketahui agak terbelakang mental. Tim melakukan pengembangan keluar dan menduga motif kasus pembunuhan ini karena hubungan dekat atau hubungan khusus,” bebernya.

Lebih jauh Fatoni menginformasikan, pihaknya telah melakukan penyelidikan dan saat ini penyidik telah mencurigai seseorang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan dan berada di wilayah bagian Utara Kolut.

Mantan Kapolsek Pakue ini berencana dalam waktu dekat, pihaknya segera melakukan penangkapan. Namun masih ada sedikit kendala teknis di lapangan, sehingga pihaknya menunda.

“Kasus ini membutuhkan Inafis sebab tidak ada saksi mata yang melihat kejadian. Di mana korban saat ditemukan mengalami luka pada bagian kepala dan di beberapa bagian tubuh yang diduga akibat benturan benda tumpul, sebab di TKP ditemukan batu. Diduga juga sejumlah luka akibat korban melakukan perlawanan,” imbuh Fatoni.

Saat ini korban telah dikembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara Penyidik juga saat ini telah memeriksa tiga orang saksi termasuk orang tua korban serta mengumpulkan barang bukti.

“Diduga setelah melakukan penganiayaan, pelaku membawah barang korban berupa HP. Sebelum melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban tewas ada dugaan pelaku juga mencoba memperkosa korban,” tandasnya. (**)

Komentar