oleh

Nomor Urut 2 Unggul di Palopo, Saksi Nomor Urut 1 Ngamuk

RADARLUWURAYA.com – Tak terima hasil pemungutan suara, seorang saksi diamankan petugas kepolisian dan di bawa ke Mapolres Palopo.

Namun, Hal itu dilakukan dalam simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang digelar Polres Palopo, Sabtu (23/3).`

Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah mengatakan pada simulasi pengamanan TPS diperagakan tiga adengan yang bisa saja terjadi pada hari pencoblosan.

 

BACA: 

Tahap Finalisasi Ranperda CSR, Tim Pansus DPRD Lutim Terima Masukan Masyarakat

 

“Adegan pertama menghadapi orang yang ingin memilih tapi tidak terdaftar sebagai pemilih, kedua bagaimana melarang pemilih untuk foto surat suara yang telah dicoblos di bilik suara dan yang terakhir bagaimana caranya menguasai keadaan saat terjadi kekisruhan di TPS,” kata AKBP Ardiansyah.

Adegan yang diperagakan, lanjut Ardiansyah, adalah insiden yang kemungkinan terjadi saat pemilihan berlangsung.

“Karena itu saya berharap kepada petuga TPS, Linmas, dan polisi bersiap untuk menghadapi situasi itu.

 

BACA: 

Buntut Kinerja KPU Dinilai tak Profesional, Polres Morowali Amankan Satu Pengacau

 

Dalam simulasi yang digelar Polres Palopo, calon presiden nomor urut dua unggul dari calon presiden nomor urut satu. Keduanya selisih hanya satu suara. Tapi, saksi dari presiden nomor urut satu tidak menerima hasil itu.

Saksi diperankan oleh anggota kepolisian, Aiptu Ma’ruf itu lalu berusaha membuat gaduh proses penghitungan suara. Dia berusaha mengambil kotak suara dari tangan petugas TPS. Beruntung polisi segera tiba di lokasi dan mengamankan situasi. (usman)

Komentar