oleh

Oktober 2018, Kota Palopo Tercatat Deflasi Sebesar 0,22 Persen

RADARLUWURAYA – Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kota Palopo pada Oktober 2018 terjadi deflasi sebesar 0,22 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,08 pada Oktober 2018 menjadi 132,79 pada September 2018.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2018 sebesar 3,20 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2018 terhadap Oktober 2017) sebesar 4,17 persen.

Berdasarkan rilis BPS Kota Palopo, disebutkan deflasi terjadi karena adanya perubahan harga yang ditunjukkan oleh menurunnya indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan deflasi sebesar 1,07 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga tertinggi pada Oktober 2018, antara lain: ketela rambat, kacang panjang, cumi-cumi dan kangkung.

Pada Oktober 2018 beberapa kelompok pengeluaran yang memberi andil/sumbangan inflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar -0,30 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,04 persen, kelompok sandang sebesar 0,02 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,00, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,00 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,008 persen.

Disebutkan juga, pada tahun 2017 deflasi yang terjadi pada bulan Oktober sebesar 0,01 persen, sedang pada periode yang sama pada tahun 2016 deflasi sebesar 0,20 persen.

Pada bulan Oktober 2018 tercatat bahwa di kabupaten/kota penghitung inflasi nasional wilayah Sulawesi Selatan, Deflasi terdalam terjadi di Kota Palopo sebesar 0,22 persen dan Inflasi tertinggi terjadi di Kota Makassar sebesar 0,35 persen. Provinsi Sulawesi Selatan tercatat inflasi sebesar 0,27 persen, sedangkan Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,28 persen.

Komentar