oleh

Palopo Kerap Dilanda Bencana Alam, BPBD Siagakan Anggotanya 1×24 Jam

RADARLUWURAYA.com – Selama tiga bulan terakhir ini, sejumlah peristiwa akibat bencana alam kerap melanda Kota Palopo.

Terhitung sejak Januari hingga April 2019, salah satu akibat bencana alam yakni peristiwa pohon tumbang terjadi disejumlah jalan poros di wilayah Kota Palopo.

Hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palaopo sudah mencatat sebanyak 13 kejadian di 13 titik.

Pohon tersebut tumbang, disebabkan berbagai faktor, yakni angin kencang disertai hujan lebat. Demikian diungkapkan Koordinator TRC BPBD Palopo, Zulkifli, Selasa (23/4).

“Januari hingga April, pohon tumbang 13 kali, penyebabnya angin disertai hujan lebat dan sudah banyak yang lapuk,” kata Zulkifli.

Kebanyakan pohon tersebut tumbang di jalan poros sehingga mengganggu kelancaran arus lalulintas di tempat itu.

Selain pohon tumbang, dalam kurun waktu tersebut juga terjadi longsor. Longsor terjadi di dua titik yakni di poros Balandai dan yang terparah di poros Palopo-Toraja.

“Penyebab longsor adalah hujan yang sangat deras dan tidak adanya pohon disekitar lereng yang dapat menghambat terjadinya longsor,” jelasnya lagi.

Untuk banjir, hingga saat ini di tahun 2019, sudah empat kali terjadi, yakni di Kelurahan Pajalesang. Itu disebabkan intensitas curah hujan yang meningkat dan juga saluran drainase hanya satu, sehingga tidak mampu menahan debit air yang banyak.

“Banjir juga terjadi di Kelurahan Tompotika, sudah tiga kali terjadi,” tambahnya.

Zulkifli mengatakan, upaya yang dilakukan BPBD Palopo, khususnya TRC, salah satunya adalah membersihkan seluruh material, baik material longsor maupun akibat pohon tumbang sehingga arus lalulintas dan aktifitas masyarakat kembali lancar.

“Kami juga telah menyiagakan tim reaksi cepat, yakni dua regu dan masing-masing regu personilnya disiagakan 18 orang selama 1×24 jam,” tandasnya.(Niki)

Komentar