oleh

Palopo Masuk Daerah Rawan Gempa dan Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

RADARLUWURAYA — Informasi palsu alias hoax soal gempa dan tsunami di Palopo yang beredar beberapa waktu lalu, telah menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran bagi sebagian besar warga Palopo dan sekitarnya. Namun, bagaimanakah sebenarnya posisi wilayah Kota Palopo, apakah masuk dalam kategori rawan gempa dan tsunami ataukah sebaliknya?

Koordinator Pusat Gempa Regional IV BMKG Makassar, R Jamroni yang dikonfirmasi mengatakan wilayah Kota Palopo sebenarnya masuk dalam daerah rawan gempa untuk kategori rendah. Artinya, Palopo juga memiliki catatan gempa, namun frekuensi kejadiannya jarang terjadi.

BACA JUGA: Gegara Ratna Sebar Berita Bohong, Perhatian Bencana Gempa dan Tsunami Palu Tenggelam

“Kalau untuk daerah rawan gempa wilayah palopo masuk dalam kategori rendah, artinya ada juga catatan gempa di daerah tersebut, meski frekuensi kejadiannya cukup jarang terjadi,” ujar Jamroni.

Meski begitu untuk memastikan Palopo masuk daerah rawan tsunami, dia mengatakan tergantung dari pusat gempa yang terjadi.

“Bila kita ambil contoh, terjadi gempa besar dan dangkal di Teluk Bone, maka potensi terjadi tsunami dapat melanda wilayah Kota Palopo, namun bila misalnya gempa tersebut berlokasi di selat Makassar maka jauh dari potensi tsunami,” ungkapnya.

Meski begitu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan mengenali kondisi lingkungan tempat kita tinggal. “Tetap waspada, tetapi juga jangan mudah termakan isu yang tidak jelas alias hoax yang nantinya membuat panik masyarakat,” tegas Jamroni.

BACA JUGA: Jadi Korban Gempa Palu, Pejabat Lutra Ini Masih Belum Ditemukan

Sebelumnya dikutip dari fajar.co.id, Pusat Gempa Regional (PGR) IV BMKG Makassar menyebutkan dari 24 kabupaten di Sulsel, ada beberapa daerah yang rawan gempa. Yakni Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Sorowako, Soppeng, Bone, Wajo, Sinjai, Parepare, Sidrap dan Pinrang.

Sedangkan untuk wilayah daerah yang dianggap rawan tsunami, yakni Makassar (berpotensi), Bulukumba (berpotensi), Selayar (berpotensi), Jeneponto (berpotensi), Bantaeng (berpotensi) dan Takalar (berpotensi).

Komentar