oleh

Palopo Zona Merah, Walikota Minta Pengawasan Diperketat

PALOPO-RADARLUWURAYAKOTA.com– Palopo menjadi satu-satunya daerah di Sulsel yang masuk zona merah dalam penyebaran Covid-19 dii Sulsel. Daftar kota yang dirilis Satgas Covid-19 secara nasional, memasukkan Palopo sebagai daerah zona merah Covid-19.

Hingga Selasa malam, 29 Juli 2020, tercatat sudah ada 52 orang. 14 orang diantaranya masih sementara dalam perawatan atau menjalani wisata Covid, dinyatakan sehat sebanyak 33 orang, dan tercatat 3 orang meninggal. Menanggapi hal itu, Walikota Palopo, HM Judas Amir langsung menggelar rapat evaluasi Penanganan Covid-19, Selasa, 28 Juli 2020, di Indoor Saokotae Palopo.

Data yang dirilis SATGAS Covid- Pusat merilis 52 kabupaten/kota se Indonesia yang masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah Palopo.

Padahal, Walikota sudah menerbitkan perarturan walikota (perwal) Nomor 10 Tahun 2020 tentang penerapan tatanan kehidupan baru atau ‘new normal.’ Makanya, dalam pertemuan itu, Walikota menegaskan kembali soal rencana pelaksanaan Salat Idul Adha, 31 Juli mendatang. “Paling lambat Kamis 30 Juli, sudah ada surat pernyataan terkait protokol Kesehatan yang akan dilakukan di Masjid, seperti kesiapan penyediaan handsanitizer, masker, dan jaga jarak,” tegas Judas.

Selain itu pelaksanaan salat iduladha di masjid agar bisa berkoordinasi dengan unsur keamanan untuk menempatkan setiap keamanan di Masjid tempat pelaksanaan ibadah.

Lurah juga diminta menguasai persoalan, keadaan, dengan membentuk koordinasi RT/RW, Babinsa, Babinkamtibmas, terutama untuk mengedukasi terkait protokol kesehatan serta menghimbau masyarakat agar tidak meninggalkan Kota Palopo.

Tak hanya itu, Judas juga meminta kepada Kepala Puskesmas agar meningkatkan koordinasi dengan para Lurah, RT/RW, terutama fokus pada kontak erat sebanyak 44 orang yang harus diawasi secara ketat. “Untuk pengawasan yang lebih ketat, jika perlu kita buat posko di tempat isolasi mandiri tersebut,” ungkapnya.

Walikota juga mewanti-wanti para Lurah, agar tidak membiarkan masyarakat melaksanakan salat iduladha, kecuali di wilayah masjid masing-masing. “Penekanan diupayakan supaya orang-orang yang ada di kelurahan tidak pergi kemana-mana, untuk ber-lebaran. Cukup di Masjid yang di dekat lingkungan rumah saja,” tegasnya.

Walikota juga menyinggung, berdasarkan Perwal Nomor 10 Tahun 2020 saat ini tahapan sosialisasi sudah selesai, dan sekarang adalah tahapan penindakan hukum. “Oleh karena itu, Satpol segera berkoordinasi dengan Polres dan Dandim untuk dukungan dalam rangka penindakan hukum,” ujar Walikota.

Dari apa yang disampaikan Walikota, yang paling penting adalah agar Protokol Kesehatan diperketat lagi seperti Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak. (rlr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *