oleh

Palu Berangsur Pulih, Penyemprotan Disinfektan Dimulai

RADARLUWURAYA – Kondisi Kota Palu pasca Gempabumi dengan kekuatan 7,7 SR 28 Oktober lalu berangsur membaik. Meski ribuan bangunan runtuh, dan ribuan nyawa melayang, Tana Kaili mulai Pulih.

Kota Palu tidak lagi fokus pada evakuasi korban meninggal akibat bencana gempa bumi yang disertai dengan gelombang tsunami itu. Kini relawan dari berbagai daerah mulai fokus pada pencegahan mewabahnya berbagai penyakit di lokasi bencana.

BACA JUGA : Bayi Penderita Hidrosefalus asal Luwu Utara Dirujuk ke Makassar

Seperti yang dilakukan relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Palopo yang masih berada di Palu hingga saat ini. Langkah pencegahan yang ditempuh relawan ini, adalah dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan pengasapan (Fogging) pada reruntuhan bangunan dan titik lokasi bencana lainnya. Mereka bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat.

Demikian diungkapkan relawan BSMI asal Kota Palopo, Adi Setiawan kepada Radarluwuraya.com, Minggu, (14/10/18). Ia mengatakan, kondisi kota Palu saat ini mulai kondusif. Meski bantuan masih terus mengalir ke tenda-tenda pengungsian.

BACA JUGA : Terlibat Kasus Korupsi, Mantan Kadis PU Palopo Ditahan

“Kondisi Kota Palu saat ini sudah mulai kondusif, dan alhamdulillah bantuan juga terus di berikan pada korban gempa palu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, beberapa titik yang menjadi sasaran penyemprotan disinfektan tersebut, antara lain, wilayah Petoboa seluas 140 ha dan wilayah Balaroa seluas 47.8 ha. Penyemprotan Disiinfektan itu sendiri dilakukan pihak pemerintah bersama BSMI, untuk membunuh nyamuk dan kuman yang menjadi penyebab mewabahnya berbagai jenis penyakit.

BACA JUGA : Bahas Vaksin MR, Dokter dari Nepal Temui Bupati Luwu Utara

”Diimbau kepada seluruh masyarakat Kota Palu dan sekitarnya agar menghindar dari daerah penyemprotan sejauh 1 Km dari area penyemprotan dilakukan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Adi. (ryan)

Komentar