oleh

Pembebasan Baasyir Batal, AHY; Pemerintah tak Jelas

RADARLUWURAYA.com – Batalnya pemerintah untuk membebaskan narapidana terorisme Ustad Abu Bakar Ba’asyir (ABB) ditanggapi oleh Komandan Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Putra sulung SBY tersebut melihat rencana pembebasan bersyarat yang kemudian dibatalkan oleh pemerintah tersebut penuh nuansa politis.

“Demokrat melihat sikap pemerintah tak jelas. Seharunys pemerintah melihat aspek utamanya yaitu proses hukum terhadap kasus tersebut. Tidak boleh ada intervensi politik yang dilakukan terhadap siapapun dalam kasus apapun,”jelasnya di Tuban, Rabu (23/1).

Diungkapkan oleh mantan cagub DKI ini, pihaknya berharap pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan.”Tentu harus dihindarkan dari segala bentuk tindakan yang membuat masyarakat semakin bingung dalam keputusan yang diambil oleh negaranya,” jelas AHY.

Tak hanya itu, lanjut AHY, pihaknya juga berharap agar pemerintah juga lebih teliti sebelum memberikan sebuah keputusan.

“Yang kita inginkan bahwa negara ini panglimanya adalah hukum bukan politik jangan sampai hukum dipolitisasi, dan inilah yang akan kita jaga kedepan,” jelasnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan pertimbangan unsur kemanusiaan karena usia 81 tahun dan kesehatan menurut, pemerintah memberi sinyal akan membebasakan ustad ABB. Namun, rencana tersebut dibatalkan pemerintah sendiri.

Alasannya, Ba’asyir tidak dapat memenuhi syarat formil bagi narapidana perkara terorisme, yakni pertama, bersedia bekerjasama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya. Kedua, telah menjalani paling sedikit dua per tiga masa pidana, dengan ketentuan dua per tiga masa pidana tersebut paling sedikit 9 bulan.

Ketiga, telah menjalani asimilasi paling sedikit setengah dari sisa masa pidana yang wajib dijalani. Terakhir, menunjukkan kesadaran dan penyesalan atas kesalahan yang menyebabkan pemohon dijatuhi pidana dan menyatakan ikrar kesetiaan pada NKRI secara tertulis. (RADARLUWURAYA/INIKATA)

Komentar