oleh

Pemda Klaim Jumlah Perokok di Lutra Berkurang Setiap Tahun

RADARLUWURAYA.com – Jumlah rumah tangga perokok di Kabupaten Luwu Utara dalam empat tahun terakhir menunjukkan trend yang positif. Sejak 2014 hingga 2017, jumlahnya semakin berkurang. Terbukti, di tahun 2014 jumlah rumah tangga perokok sebanyak 44.562, 2015 sebanyak 40.052 rumah tangga, 2016 sebanyak 37.245 rumah tangga, dan 2017 sebanyak 22.162 rumah tangga.

Hal ini diketahui berdasarkan keterangan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara, melalui Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, saat menggelar kegiatan Penguatan Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Utara Nomor 9 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTAR), di Aula Kantor BAPPEDA, Kamis (6/12) lalu. Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah Abdul Mahfud.

Sekda Lutra Mahfud dalam sambutannya mengatakan, Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang KTAR harus ditegakkan dan Satpol PP sebagai penegak perda harus berkomitmen dalam menjalankan perda tersebut. “Sesuai tema Hari Kesehatan tahun ini ‘Aku Cinta Sehat’ maka hari ini kita harus berkomitmen untuk menjalankan Perda Nomor 9 Tahun 2016 ini,” tegas Mahfud.

Trend ini kata dia ibarat angin segar, mengingat Pemda Luwu Utara melalui Dinas Kesehatan tengah giat-giatnya melakukan penguatan implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Utara Nomor 9 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTAR). Di mana orientasi dari implementasi Perda tersebut adalah larangan merokok di kantor Lingkup Pemda Lutra.

Kadis Kesehatan, Andi Muhammad Nasrum, dalam paparannya di acara Penguatan Implementasi Perda Nomor 9, menekankan tentang bahaya rokok. “Asap rokok sangat berbahaya, baik bagi si perokok, apalagi bagi orang lain yang ada di sekitar perokok, terlebih lagi jika berada dalam ruang tertutup,” ujar Nasrum.

Jika Nasrum lebih menekankan pada aspek medis, maka Kadis Satpol PP, Aspar, yang juga hadir memberikan materi, lebih menitikberatkan pada aspek sanksi bagi pelanggar perda. “Perda ini akan segera diterapkan. Sanksi bagi pelanggar perda pasti ada. Jadi, jangan ki merokok di sembarang tempat. Mari ciptakan udara segar di kantor masing-masing,” harap Aspar.

Perda KTAR dalam pasal 36 ayat (1) setiap orang yang merokok dalam KTAR akan dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. Pada ayat (2) bagi yang memproduksi, mempromosikan, menjual dan/atau membeli rokok di KTAR dipidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 5 juta.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kajari Luwu Utara, Perwira Penghubung, dan Kemenag. Peserta Pertemuan berasal dari Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan komitmen Kantor Sehat Bebas Asap Rokok oleh seluruh peserta. (*)

Komentar