oleh

Pemkab Lutim Sosialisasi Bahaya Penyakit Rabies

RADARLUWURAYA.com, Lutim – Anjing merupakan salah sumber utama penyebar penyakit rabies yang hingga kini belum ada obatnya. Sebanyak 98 persen penyakit rabies yang diderita manusia, disebabkan oleh gigitan anjing yang di tubuhnya mengandung virus yang bisa menyebabkan infeksi akut pada susunan saraf pusat tersebut. Sisanya, disebabkan oleh kera dan kucing.

Seekor anjing yang menderita rabies akan berubah menjadi agresif dan tak lagi mengenali majikannya. Dia akan menyerang apapun dan siapapun di dekatnya. Biasanya secara fisik, anjing tersebut terlihat kurus dan kekurangan nutrisi.

Setiap kasus gigitan anjing rabies harus ditangani sesegera mungkin. Usaha yang sejauh ini efektif, mencuci bagian yang luka dengan sabun dan air yang mengalir. Setelah itu, dibalur dengan alkohol atau obat antiseptik.

Tingginya kasus gigitan hewan penular rabies dan kasus rabies di Kabupaten Luwu Timur sejak tahun 2014 hingga pertengahan 2019 ini, membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur melalui bidang pencegahan dan pengendalian penyakit harus kerja extra mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya rabies dan cara pencegahan serta penanganannya.

Rabies adalah penyakit anjing gila yaitu penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui gigitan hewan penular rabies.

Penyakit ini telah dikenal sejak berabad-abad yang lalu dan merupakan penyakit yang menakutkan bagi manusia karena penyakit ini selalu diakhiri dengan kematian. Penyakit ini menyebabkan penderita tersiksa oleh rasa haus namun sekaligus merasa takut terhadap air (hydrophobia).

Rabies bersifat fatal, baik pada hewan maupun manusia, hampir seluruh pasien yang menunjukkan gejala–gejala klinis rabies (encephalomyelitis) akan diakhiri dengan kematian.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Luwu Timur gencar melakukan sosialisasi di sejumlah puskemas yang dihadiri dinas pertanian dan peternakan, camat, kepala desa, bidan desa serta stakeholder lainnya. Sosialisasi pengendalian rabies ini telah berlangsung sejak bulan April lalu.

Selengkapnya Baca di Harian Radar Luwu Raya, Edisi 5 Juli 2019

PENULIS : NASRUN
EDITOR : IRWANDI

Komentar