oleh

Pemkab Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis Lada Towuti

RADARLUWURAYA.com – Lada Towuti, merupakan salah satu produk perkebunan Luwu Timur yang banyak diminati oleh konsumen, tidak hanya di Indonesia. Bahkan sampai ke luar negeri. Kualitas Lada Towuti dengan ciri khas aroma yang lebih pedas dan bertahan lama, dibanding jenis lada lainnya di Indonesia.

Hal ini menyebabkan Lada Towuti berpotensi diklaim oleh daerah lain. Olehnya itu, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian, akan tengah mengupayakan perlindungan Indikasi Geografis untuk meningkatkan reputasi produk unggulan daerah itu.

BACA JUGA: Incar Buyer Mancanegara, Lada Towuti Terpajang di TEI 2018

Indikasi Geografis merupakan suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu produk yang berdasar pada faktor lingkungan geografis, termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut yang memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.

Upaya memperkuat perlindungan indikasi geografis terhadap Lada Towuti dianggap penting agar tidak ada yang dapat membantah jika Lada Towuti hanya berasal dari Luwu Timur. Apalagi selama ini, petani Lada di Luwu Timur hanya menjual lada mereka kepada perantara.

BACA JUGA: Husler Ikuti Program Economic Leadership BINS

”Kita tengah mengupayakan perlindungan indikasi geografus untuk lada Luwu Timur, agar tidak dapat diklaim oleh daerah lain,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur, H. Muharif.

pada pameran dagang terbesar di Indonesia berskala dunia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2018, yang digelar di Indonesia Convention and Exebition Bumi Serpong Damai (ICE BSD) Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (24/10/2018), Lada Towuti juga dipamerkan.

BACA JUGA: Masih 9.000 Lebih Warga Lutra Belum Miliki e-KTP

Dihari pertama pameran, stand Luwu Timur yang memamerkan Lada Towuti banyak mencuri perhatian pengunjung dari luar negeri. Khususnya para calon buyer atau pembeli lada. Beberapa pengusaha dari Eropa, Cina, dan Jepang terlihat silih berganti menanyakan sejumlah perihal rempah-rempah beraroma khas itu.

Munir Ahmad, salah satu pengunjung dari Dubai, Uni Emirat Arab mengaku tertarik dengan lada Luwu Timur.

”Siapa yang harus saya kontak jika ingin membeli lada dari sana,” katanya, kepada salah seorang petani lada yang juga ikut pada pameran tersebut.

Acara yang dibuka oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo itu, mengusung tema ‘Creating Products for Global Opportunities’ dan akan digelar selama empat hari dari 24-28 Oktober 2018. (asril)

Komentar