oleh

Pemkot Diminta Lakukan Kajian, Soal Pembongkaran Kantor Pos

RADARLUWURAYA.com, PALOPO – Pengamat Kebijakan Publik Kota Palopo, Syahiruddin Syah meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, untuk melakukan pengkajian terhadap rencana pembongkaran Kantor Pos Palopo.

Diketahui, Kantor Pos Kota Palopo merupakan salah satu bangunan yang masuk dalam lokasi cagar budaya, bangunan tersebut berada tepat di depan istana Kedatuan Luwu.

Menurut, Syahiruddin pemerintah harus memperhatikan kajian akademik dengan mengkaji pemetaaan dan kelansungan hidup masyarakat Kota Palopo.

“jika perencanaan tersebut harus dilakukan karena hanya sekedar pembangunan, maka pemkot harus mngetahui dampaknya sepeeti daya resapan air (tinjauan amdal) jika semuanya harus karena pembangunan,” katanya, Rabu (3/07) kemarin.

Selain itu, dirinya mengatakan jika pemerintah juga harus memperhatikan sejumlah aspek sebelum melakukan pembongkaran, semisal melakukan pendekatan sosial, agama dan budaya.

“tidak gampang melakukan pembongkaran bangun seperti itu harus melihat segala aspek semisal pendekatan sosial, budaya dan tokoh agama”

Dosen Universitas Andi Djemma (Unanda) ini, juga mengingatkan pemerintah untuk melibatkan semua elemen yang ada, agar pembangunan tidak menjadi isu jelek dalam lingkungan masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, Rencana Pemerintah Kota Palopo membongkar Kantor Pos Palopo dalam rangka pembangunan pusat kuliner dan oleh-oleh, mendapat protes dari Palopo Urban Forum.

Melalui pernyataan sikap Palopo Urban Forum meminta Pemerintah Kota Palopo dan pihak perencana untuk mempertimbangkan kembali rencana pembongkaran gedung Kantor Pos Palopo tersebut.

Koordinator Palopo Urban Forum, Zulfikar mengatakan, bangunan Kantor Pos Palopo merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Perda Nomor 8 Tahun 2014.

Zulfikar juga merekomendasikan Pemkot Palopo untuk membentuk tim ahli cagar budaya Kota Palopo, untuk membantu pemerintah dalam melestarikan bangunan-bangunan cagar budaya yang ada di Kota Palopo.

Hal tersebut dibenarkan oleh Amiruddin Akbar Fisu, salah seorang pegiat di Palopo Urban Forum. “Pernyataan sikap ini merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat Kota Palopo terhadap bangunan-bangunan cagar budaya, sekaligus juga merupakan saran dan masukan untuk pemerintah dalam melakukan pembangunan,” kata dia.

Sebelumnya beredar berita terkait rencana pembongkaran bangunan yang tersisa di Jl Ahmad Yani, tepatnya di depan Istana Kedatuan Luwu oleh pemerintah setempat dalam rangka persiapan lahan pembangunan pusat kuliner dan oleh-oleh.

Proses pembongkaran akan dilakukan setelah Pemkot Palopo menemukan lahan ganti untuk pemindahan Kantor Pos.

Amiruddin menyatakan bahwa merusak bangunan cagar budaya yang dilakukan dengan sengaja dapat dipidana dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun dan/atau denda maksimal Rp 5 Miliar sesuai dengan peraturan UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Akademisi Fakultas Teknik Unanda itu juga menambahkan bahwa bangunan-bangunan heritage merupakan warisan budaya yang harus dijaga bersama-sama baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Palopo Urban Forum sendiri merupakan salah satu komunitas di Kota Palopo yang diat melakukan diskusi-diskusi publik terkait dengan isu-isu perkotaan.

“Dalam waktu dekat kami juga akan kembali membuka diskusi public dengan tema Cagar Budaya, mohon doanya agar kegiatan ini dapat terlaksana tanpa hambatan,” tutup Amir.

Sekadar diketahui, Pemkot Palopo, berencana akan membongkar bangunan di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Wara Utara, tepatnya di depan istana kedatuan Luwu.

Hal itu dibenarkan Lurah Batupasi, Imam Darmawan saat dikonfirmasi usai melakukan pertemuan dengan walikota Palopo. “Pemerintah akan menjadikan kawasan itu sebagai pusat oleh-oleh dan kuliner,” kata Imam.

Kawasan yang akan dibangun untuk pusat oleh-oleh itu seluas 1.932 persegi. Bangunan kantor Pos juga termasuk akan dibongkar.

Saat ini, pemerintah tengah mencari lahan untuk mengganti lahan kantor Pos tersebut. Beberapa waktu lalu, pihak kantor pos telah menemui wali kota membicarakan hal tersebut. Rencananya kantor Palopo Pos akan dibangun di Jl Jenderal Sudirman.

Sebelumnya, Wali Kota Palopo HM Judas Amir menyampaikan, pembangunan pusat kuliner dan Pusat cenderamata ini bukan semata mata fokus pada pendapatan asli daerah. Namun lebih pada proses pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Tad)

Komentar