oleh

Pengawasan Dinilai Lemah, Kejagung Diminta Evaluasi TP4D Kejati Sulsel

RADARLUWURAYA.com – Terkait pengawaasan TP4D Kejati Sulsel terhadap proyek rehalibitasi pengairan jaringan induk irigasi Kalaena, Kabupaten Luwu Timur dinilai lemah, bahkan terkesan tanpa pengawasan

Demikian diungkapkan Wakil Direktur Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi, Abdul kadir Wokanubun, Minggu (24/2) kepada RadarLuwuRaya.com

Kadir meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia untuk segera mengevaluasi keberadaan TP4D Kejati Sulsel terkait pengawasan proyek tersebut.

“Saya kira penting Kejagung evaluasi keberadaan TP4D di proyek tersebut, karena nyaris tanpa ada pengawasan yang dilakukan,” tegas Kadir.

BACA JUGA: ACC Sulawesi dan Masyarakat Tantang TP4D Kejati Sulsel Dalami Proyek Irigasi Bermasalah

Kejagung diminta mengevaluasi TP4D Kejati Sulsel bukan tanpa alasan. Selain dinilai lemah dan ditenggarai tanpa adanya pengawasan, menurut Kadir, TP4D terkesan tak paham posisinya dalam mengawasi proyek tersebut.

Sehingga proyek yang telah di desaign dengan sedemikian sempurna dan menelan anggaran besar, malah berakhir dengan berbagai kerusakan.

Disebutkannya, kalau saja TP4D Kejati Sulsel betul-betul terlibat didalam pengawasan proyek itu. Maka kata dia, tidak mungkin proyek yang baru saja rampung sudah mengalami kerusakan disejumlah titik.

Untuk diketahui, Proyek rehalibitasi pengairan jaringan induk irigasi Kalaena, Kabupaten Luwu Timur ini dikerjakan oleh Kontraktor dari PT. Herba Sari dengan anggaran Rp31.867.911.000 bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dinilai lemah. (*)

Komentar