oleh

Perawat Peduli, Pasien Nyaman

Ilmu keperawatan merupakan suatu disiplin ilmu praktis yang berkembang dan perawat sebagai suatu profesi ditantang untuk lebih tanggap terhadap kebutuhan klien, yang mempunyai Implikasi terhadap kesehatan atau system pelayanan kesehatan. Hal ini sesuai dengan tujuan akhir keperawatan ,yaitu membantu klien mencapai potensi kesehatan sepenuhnya.
Dalammembantu Klien mencapai potensi kesehatan sepenuhnya perawat harus mempunyai suatu pendekatan yang menyeluruh. Pendekatan keperawatan komprehensif, yaitu pemberian asuhan keperawatan secara bio, psiko, sosio, spiritual merupakan pendekatan yang digunakan oleh perawat.
Perawat adalah tenaga profesional yang mempunyai pendidikan dalam sistem pelayanan kesehatan. Kedudukannya dalam sistem ini adalah anggota tim kesehatan yang mempunyai wewenang dalam penyelenggaraan pelayanan keperawatan. Menjadi seorang perawat memang tidak mudah, sabar, adalah hal mutlak yang harus anda punya akan benar-benar diuji.
Memang tidak semua orang mampu menghadapi banyak pasien yang berbeda-beda karakter. Oleh karena itu Perawat merupakan suatu profesi sangat mulia, sehingga banyak individu yang bercita – cita menjadi seorang perawat. Namun menjadi seorang perawat ideal bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi untuk membangun citra perawat ideal di mata masyarakat.
Adapun peran seorang perawat yaitu peran perawat Pemberian perawatan (Care Giver), educator, Sebagai advocate, Pencegahan penyakit, konseling, kolaborasi dan pengambilan keputusan etik. Melihat banyaknya peran seorang perawat ada hal yang takkala penting yang harus dimiliki oleh seorang perawat dalam mengembang tugas dipelayananya itu sikap care pada pasien.
Perilaku caring telah memerankan bagian penting dalam dunia keperawatan, sejak dulu keperawatan selalu meliputi empat konsep yang merupakan paradigma dalam dunia keperawatan yaitu: Merawat adalah apa yang kita lakukan, manusia adalah sasaran dari apa yang kita lakukan (kepada siapa kita melakukannya).
Kesehatan adalah tujuan dari tindakan perawatan dan lingkungan adalah tempat di mana kita merawat, inti dari semua teori tentang keperawatan adalah melakukan dan menguraikan empat konsep tersebut, tetapi sekarang merawat juga didefinisikan sebagai “kepedulian”, yang kini sudah menjadi konsep paradigma yang kelima (Watson, 2007).
Menurut Watson (2004) menyebutkan carig adalah esensi dari keperawatan dan merupakan focus serta sentral dari praktik keperawatan yang dilandaskan pada nilai-nilai kebaikan, perhatian, kasih terhadap diri sendiri dan orang lain serta menghormati keyakinan spiritual pasien. Tujuan keperawatan menurut Watson adalah memfasislitasi individu mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi meliputi jiwa, raga, dan perkembangan pengetahuan diri, peningkatan diri, penyembuhan diri dan proses asuhan diri.
Meleis (1997) menyebutkan caring adalah pertimbangan pribadi, psikologistik, perspektif budaya, manifestasi perasaan empati, dedikasi dan intervensi terapeutik kepada pasien. Dengan caring memungkinkan terjadinya interaksi terapeutik antara perawat dan pasien. Seiring perkembangan zaman asumsi masyarakat tentang perawat yang dahulu yang dikenal sebagai seorang yang judes, galak dan tidak pernah senyum saat memberikan asuhan keperawatan, tetapi saat ini fenomena tersebut mulai bergeser menjadi perawat merupakan profes isangat mulia karena mempunyai jiwa yang caring terutama saat beriteraksi dan memberikan asuhan keperawatan pada pasien.
Tidak bisa dipungkiri bahwa perawat merupakan tenaga kesehatan dengan jumlah terbanyak di rumah sakit dan memegang peranan sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan dapat terwujud dengan pelaksanaan asuhan keperawatan yang profesional.
Profesionalisme perawat diikuti oleh pengetahuan dan keterampilan khusus yang meliputi keterampilan intelektual, teknikal, dan interpersonal yang pelaksanaannya harus mencerminan perilaku peduli. Sikap peduli seorang perawat pada pasien harus ditanamkan sejatinya perawat berada disamping pasien selama 24 jam dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien.
Oleh karena itu perawat memberi pengaruh yang sangat besar untuk kepuasan klien dan menentukan kualitas suatu rumahsakit. Selama dirawat klien membutuhkan perawatan yang dapat membuat masalah klien dapat teratasi baik dari aspek fisik, psikologis spiritual, dan sosial yaitu dengan perilaku peduli dari perawat sehingga dapat meningkatkan hubungan perawat dengan pasien menjadi harmonis dan meningkatkan kepuasan pasien.
Kepuasan klien erat hubungannya dengan asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat dengan perilaku peduli yang disertai kecerdasan emosional akan berdampak baik bagi system pelayanan keperawatan dan dapat menjadikan citra perawat lebih baik lagi di mata masyarakat. Oleh karena itu perlu ditekankan bahwa jiwa peduli harus dimiliki semua perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.
Penulis: Hasrima (Mahasiswa Magister Ilmu Keperawatan, Universitas Hasanuddin)

Komentar