oleh

Polisi Akui Sulsel Jadi Proyeksi Peredaran Narkoba Bandar Besar

RADARLUWURAYA.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 1 kg yang dikendalikan sindikat internasional. Terungkapnya jaringan tersebut setelah polisi menerima informasi peredaran sabu awal bulan ini.

“Kami sudah mencoba memonitor secara maksimal narkoba yang masuk ke wilayah hukum Sulsel dan akhirnya bisa mengamankan barang bukti narkoba ini,” jelas Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin, Kamis (14/3).

Barang bukti sabu diamankan bersama dua orang tersangka masing-masing berinisial AR, 37; dan HP, 35. Keduanya merupakan warga asal Sulsel yang diketahui tinggal sementara di Malaysia. Barang bukti dan kedua tersangka diamankan pada 12 Maret 2019 di kawasan perbatasan Kabupaten Pinrang dan Kota Parepare, Sulsel.

BACA: 

Pengedar Sabu di Luwu Diciduk Polisi

 

“Masih ada yang kami kejar, pelaku lainnya berkebangsaan Filipina, tinggal di Malaysia. Link-nya mereka ini di Indonesia. Dua orang yang kami amankan masuk dalam jaringannya, biasa untuk dipakai untuk mengedarkan,” ujar Hamidin.

Berdasarkan hasil penyidikan, barang haram tersebut diketahui bersumber dari Malaysia. Sebelum masuk ke Sulsel sebagai daerah tujuan peredaran, barang milik sindikat ini terlebih dulu mengitari berbagai daerah di Indonesia melalui jalur laut.

Sindikat ini sengaja membuat jalur baru dalam proses peredaran. Tujuannya tentu menghindari pemeriksaan ketat petugas apabila barang langsung dikirim melalui jalur laut Pelabuhan Kota Parepare.

“Sumbernya dari Malaysia, masuk lewat Kabupaten Nunukan, kemudian terus ke Tawau Kalimantan Utara, dan lanjut lagi ke Kota Palu Sulawesi Tengah. Dari Palu langsung diedarkan ke kita, Sulsel,” ungkapnya.

Jaringan narkoba ini juga teridentifikasi sebagai pemain lama. Kabid Humas Polda Sulsel Kombespol Dicky Sondani menambahkan, pihaknya sejauh ini terus melakukan pendalaman untuk mengungkap keterlibatan jaringan-jaringan lain yang ada di Sulsel.

“Sedang kami dalami, sampai sejauh mana mereka-mereka ini edarkan. Apakah ada hubugannya dengan daerah-daerah lain. tidak hanya di Sulsel,” tambahnya. (RadarLuwuRaya/Jawapos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *