oleh

Polisi Diduga Terlibat Dalam Insiden Tewasnya Warga Mappedeceng

RADARLUWURAYA.com – Anggota pecinta alam, Korspala Luwu Utara, Ahmad Dandi (19) ditemukan tewas mengapung, di Bendung Baliase, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Senin (14/1) sore.

Warga Mappedeceng Kabupaten Luwu Utara itu diduga nekat terjun ke bendungan saat dikejar polisi, Sabtu (12/1) malam lalu.

BACA JUGA;Mayat Warga Mappedeceng Ditemukan Mengapung di Bendungan Baliase

Ia kemudian ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh keluarganya, tanpa bantuan pemerintah dan kepolisian setempat, Senin (14/1).

Proses evakuasi sempat ricuh. Hal itu lantaran setelah salah satu oknum brimob di Lutra mengeluarkan senjata api saat jenazah korban di RSUD Andi Djemma Masamba.

Melihat ulah oknum aparat itu, keluarga korban yang tak kuasa menahan duka, langsung mengejar dan nyaris menghakimi oknum tersebut.

Beruntung, emosi warga cepat reda setelah diredam warga lainnya.

Saat korban tiba di rumah duka, tampak puluhan orang menangis histeris. Warga dan keluarga tampak sangat terpukul dengan kematian korban.

Kakak korban, Irmawati, menyesalkan sikap Kepolisian Polres Luwu Utara. Menurutnya, pihak kepolisian Polres Luwu Utara seakan-akan tak mau bertanggung jawab atas insiden yang dialami DPO-nya tersebut.

Polisi bahkan hanya memastikan jika korban yang menjadi target oprasinya melompat ke dalam sungai, bahkan polisi menduga jika korban tewas.

Usia menyampaikan informasi tersebut ke pihak keluarga, para anggota polisi pun langsung meninggalkan korbannya.

Bahkan, saat proses pencarian mulai dilakukan oleh warga dan keluarga, petugas dari BPBD Lutra juga tak terlibat dalam pencarian dan evakuasi, dengan alasan belum mendapat persetujuan polisi.

“Kami sangat menyayangkan sikap kepolisian yang seakan-akan tak punya niat baik membantu pencarian,” ujar Irmawati.

Irma mengakui, mendengar suara tembakan. Setelah suara itu, adiknya tak lagi diketahui keberadaanya.

BACA JUGA; 4 Pelaku Penyerangan di Dusun Beringin Mappedeceng Diringkus, 5 Masih DPO

Diketahui, korban menjadi DPO pihak kepolisian setelah terlibat kasus perkelahian antara kampung di daerah itu.

Hingga kini, pihak kepolisian Polres Luwu Utara belum memberikan keterangan terkait kasus yang dialami DPO-nya yang tewas saat akan disergap. (*)

Komentar