oleh

Polisi Ringkus Pengedar Sabu Jaringan Lapas Bolangi

-HUKUM-322 views

RADARLUWURAYA.com, PALOPO – Ancaman kejahatan narkotika dan obat – obatan terlarang  (narkoba) di Indonesia merupakan bentuk kejahatan yang bersifat laten, dinamis, dan berdimensi transnasional sehingga menjadi tantangan bagi Bangsa Indonesia ke depan.

Perkembangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang melanda dunia juga berimbas ke Tanah Air. Narkoba sudah merambah ke seluruh wilayah Tanah Air dan menyasar ke berbagai lapisan masyarakat Indonesia tanpa kecuali.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa.

Ironisnya, lembaga pemasyarakatan (lapas) saat ini justru dianggap sebagai tempat paling aman atau “Surga” bagi para narapidana yang masih terlibat dalam bisnis peredaran narkoba di Indonesia. Pasalnya, masih banyak ditemukan kasus tindak pidana narkotika yang dikendalikan oleh napi dari balik penjara.

Rabu (17/7) pagi, Satuan Reserse Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Sat Resnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Palopo berhasil mengamankan dua pengedar narkoba berinisial AA dan Mi. Keduanya diamankan di Jalan Horas, Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara.

Penangkapan terhadap AA dan Mi adalah hasil pengembangan dari penangkapan dua tersangka lainnya berinisial, Rm dan MI yang dibekuk sekitar enam jam sebelumnya di Jalan Ahmad Razak, Kota Palopo.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita 17 paket sabu, dua kondom, bong, telepon seluler, serta uang tunai Rp 900 ribu.

Kepala Polres (Kapolres) Palopo, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ardiansyah mengatakan, penangkapan keempat pengedar narkoba ini dilakukan setelah anggota satres narkoba melakukan pengintai selama empat hari.

“Setelah A1 langsung anggota melakukan penangkapan,” kata Ardiansyah sambil menambahkan bahwa saat penangkapan, para tersangka tidak melakukan perlawanan.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 serta subsider pasal 127 ayat 1 huruf a undang-undang narkotika, terkait dengan memperjual-belikan narkotika kepada masyarakat dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal lima belas tahun penjara. (Ald)

Baca Selengkapnya Di Koran Harian Radar Luwu Raya, Edisi Senin 15 Juli 2019

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *