oleh

Polres Luwu Timur Baru Amanankan Lima Sindikat Pencuri Baterai Telkomsel

RADARLUWURAYA.com – Belum lama ini jaringan komunikasi Telkomsel khususnya di Kabupaten Luwu Timur mengalami ganguuan. Hal tersebut banyak dikeluhkan warga setempat.

Faktor terganggunya jaringan tersebut, akibat ulah beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab yang telah mencuri batrai tower milik Telkomsel disejumlah kecamatan di Luwu Timur.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Luwu Timur AKBP Leonardo Panji Wahyudi saat konfresi pers, di Polres Luwu Timur, Kamis (14/02/19).

“Setelah kita melakukan penyelidikan secara mendalam adanya kehilangan batarai yang berfungsi menunjang sinyal di Kabupaten Luwu Timur,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Leonardo, dari data – data yang diperoleh Polres Luwu Timur, ahkirnya kasus tersebut bisa terungkap.

“Kami telah mengamankan 5 orang pencuri batarai Tower Telkomsel, yang dimana dari lima orang tersebut tiga diantaranya pelaku, dan dua adalah penada,” ujaranya.

Pelaku berhasil mencuri sebanyak 73 buah batarai tower dari beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Bumi Batara Guru itu.

“Modus pelaku ini, adalah orang dalam yang dipekerjakan PT. Telkomsel, sehingga dia mengetahui akan adanya Batarai tower tersebut,” ujarnya.

Selain itu, setelah Polres Luwu Timur melakukan gelar perkara, dan memeriksa PT. Telkosel, dan ahli-ahli yang ada, bahwa saat batarai dicabut, seharusnya alaram pengamanan disekitar lokasi berbunyi, sehingga akibat dari hal itu kami meindikasikan pelaku adalah orang dalam dari PT. Telkomsel sendiri, atau bisa dibilang mereka adalah subkon dari PT. Telkomsel.

“Ini sangat meresakan, dan saya terimakasi banyak atas Reserse Polres Luwu Timur beserta Polsek – polsek yang telah membantu dalam mengungkap kasus ini,” ujarnya.

Adapun pasal yang dilanggar adalah pasal 363 ayat 1, 4e, 5e KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun, sedangan untuk penada barang tersebut dikenakan pasal 480 ayat 1, 1e dengan ancaman penjara selama 4 tahun.

“Mereka adalah pencuri lintas kabupaten, yang dimana batarai yang dicuri diLutim sebanyak 73 dan di Luwu Utata sebanyak 141 buah sehingga jaringan telkomsel terganggu,” ujarnya.

Untuk Kabupaten Luwu Timur, dari rincian 73, ada di lima TKP, yang dimana Novemeber 2018 di Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu sebanyak 5 buah, November 2018 di Desa Ujung Batu, Kecamatan Angkona 24 buah, Desember 2018 di Malili sebanayak 8 buah, Januari di Desa Lakawali, Kecamatan Malili 24 buah, Februari di Desa Angkona Kecamatan Angkona 12 buah.

Sedangkan di Kabupaten Luwu Utara sesusai data dari pelaku, di Desa Tana Lili, Kecamatan Bone – Bone 12 buah, di Baebunta 12 buah, di Sabbang 12 buah, Sukamaju 44 buah, Malangke 24 buah, dan Mappedeceng 36 buah.

“Ini sidikat besar, dan kami akan bekerja sama dengan Polres Lutra dan Polda, apabila ada Polres yang telibat terkait kasus pencurian ini maka akan dikembangakn oleh Reskrim Polda,” ujar AKBP Leonardo. (*)

Komentar