oleh

Polres Palopo Kejar Pelaku Penyebar Hoax Tsunami Palopo

RADARLUWURAYA.com – Kepolisian Resor Palopo terus menyelidiki dan menyebar pelaku penyebar informasi palsu alias hoax yang menyebakan kepanikan warga Palopo pada Senin (1/10/18) malam kemarin. Informasi hoax yang beredar yakni terkait Kota Palopo akan dilanda tsunami.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf mengatakan jajarannya masih terus menyelidiki pelaku penyebar informasi hoax soal bencana tsunami Palopo itu. Sebab menurutnya, informasi itu telah menimbulkan kepanikan bagi warga Kota Palopo dan sekitarnya.

“Kami masih terus menyelidiki kasus ini, meski begitu kami perlu pembuktian untuk mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Dia pun menegaskan, ancaman hukuman bagi penyebar informasi hoax telah diatur dalam UU ITE, yakni hukuman penjara paling lama enam tahun atau denda maksimal Rp1 Miliar.

“Sesuai yang diatur dalam Pasal 28 Ayat 1 UU ITE sduah diatur jelas mengenai ancaman hukuman bagi penyebar informasi bohong dan menyesatkan dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun atau denda Rp1 miliar,” tegas Ardy.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam memfilter infromasi yang didapatkan serta tidak tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan.

“Akan lebih baik jika mengecek kebenaran sebvuah informasi dari sumbernya langsung, dan tidak mudah membagikan informasi yang kebenarnnya belum jelas,” ungkap Ardy.

Untuk diketahui, sebagian besar warga Kota Palopo dan sekitarnya dihebohkan oleh sebuah informasi hoax yang menyebutkan jika Palopo akan dilanda bencana tsunami. Kesimpang siuran informasi itu menyebabkan sebagian besar warga memilih mengungsi ke daerah dataran tinggi seperti di Kelurahan Mungkajang, dan Battang. (*)

Komentar