oleh

Pro Pemberantasan Korupsi, Rajab Sambut Baik ACS 2018 di Sulsel

RADARLUWURAYA – Rencana Anti Corruption Summit (ACS) 2018 yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dipusatkan di Sulawesi Selatan. Kegiatan yang akan menggandeng sejumlah Perguruan Tinggi (PT) di Sulawesi Selatan ini dilaksanakan untuk mendukung langkah pemberantasan korupsi di Indonesia.

Menurut Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif berharap, pelibatan perguruan tinggi dipercaya mampu memperbaiki perilaku korupsi, dimana peran perguruan tinggi dimanfaatkan untuk revitalisasi dan penguatan kapasitas pusat kajian antikorupsi.

”Kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas masyarakat sipil, dan para penggiat anti korupsi di Sulawesi Selatan semakin kuat,” kata Laode.

BACA JUGA : Masih 9.000 Lebih Warga Lutra Belum Miliki e-KTP

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Sulawesi Selatan, M Rajab menilai, pelaksanaan ACS merupakan langkah yang cukup maju dari buah fikiran KPK.

”Sebagai legislator Sulsel, saya sangat mengapresiasi kegiatan itu. Dan harus lebih dikembangkan ke depan, agar upaya preventif korupsi bisa dijalankan,” ujar M Rajab.

Menurut Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel itu, tantangan terberat dalam melawan korupsi adalah melawan diri sendiri.

BACA JUGA : Realisasi Target Pajak Kendaraan di Samsat Palopo Baru 79,21 Persen

“Manusia dengan segala macam keinginannya seringkali gagal mengendalikan keinginannya itu. Sehingga, starting poin melawan korupsi adalah mengendalikan diri sendiri. Ada pesan bijak yang banyak yang berfikir untuk memperbaiki orang lain, tapi gagal memperbaiki diri sendiri. Mulailah dari diri sendiri,” ujar Rajab.

Terkait pelibatan perguruan tinggi dalam menangani korupsi, Rajab mengatakan itu langkah baik, dan sudah seharusnya semua pihak harus dilibatkan dalam perkara penanganan korupsi.

”Hampir semua lapisan masyarakat kita terjangkit dengan penyakit ini,” tambahnya.

BACA JUGA : BRI Cabang Masamba Permudah Kredit Usaha Ritel dan UMKM

Sekedar diketahui, peserta ACS 2018 melibatkan sebanyak 150 orang perwakilan pusat kajian antikorupsi, perwakilan perguruan tinggi, perwakilan komunitas masyarakat sipil dan para penggiat antikorupsi. Dalam kegiatan ini, KPK melakukan diseminasi dan konsolidasi program pencegahan korupsi berbasis perguruan tinggi bersama para peserta. Setiap forum diskusi pleno mengangkat topik yang berbeda-beda.

Topik yang dibahas dalam diskusi pleno, yakni peran kampus dan akademisi dalam mendorong kebijakan pemberantasan korupsi, penguatan kelembagaan antikorupsi di perguruan tinggi dan organisasi masyarakat sipil, peran perempuan dalam pemberantasan korupsi, dan gerakan antikorupsi berbasis masyarakat. Kolaborasi dan diskusi ini lalu menghasilkan kajian-kajian yang merupakan ide asli dari peserta untuk dikembangkan dan diimplementasikan selama dua tahun ke depan. (john)

Komentar