oleh

Proyek Irigasi di Luwu Timur Diduga Ada Penyimpangan Anggaran

RADARLUWURAYA.com – Sejumlah fakta baru mulai mencuat kepermukaan usai proyek rehalibitasi pengairan jaringan induk irigasi Kalaena Kabupaten Luwu Timur dinyatakan rampung.

Fakta tersebut terkait sejumlah kerusakan proyek rehalibitasi pengairan jaringan induk irigasi Kalaena yang nampak jelas disejumlah titik.

Menurut keterangan salah satu masyarakat Mangkutana, Utta Siddik, ada beberapa tempat kerusakan yang cukup parah terhadap proyek tersebut antara lain di Desa Pancakarsa, Margolimbo dan di Desa Sindo Agung.

Hal ini terjadi kata dia, lantaran diduga pengerjaan proyek tak sesuai dengan spek peruntukannya, semisal campuran pasir yang ditenggarai bercampur dengan tanah, termasuk pengerjaan proteksi yakni pemasangan batu yang sangat tipis.

“Sehingga pengerjaan proyek ini seperti asal-asalan. Maka dari itu, sangat disayangkan baru selesai sudah ambruk,” tutur Utta kepada RadarLuwuRaya.com, Rabu (13/2).

Selain menyalahi bestek, proyek ini juga lepas dari pengawasan TP4D KEJATI Sulsel, termasuk pengawasan dari pemilik proyek yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang.

Pasalnya proyek dengan anggaran yang cukup fantastis senilai kurang lebih Rp32 Miliar dari APBN ini, tak cukup satu bulan proyek ini mengalami sejumlah kerusakan pasca rampungnya pengerjaan proyek ini.

Untuk itu dirinya berharap, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang sebagai pemilik proyek, termasuk rekanan proyek ini harus bertanggung jawab.

Tak hanya itu, dirinya juga meminta TP4D KEJATI Sulsel bertanggung jawab atas pengawasan yang selama ini dilakukan. Karena TP4D KEJATI Sulsel juga dinilai sarat kongkalikong terhadap proyek tersebut.

”Mereka semua (Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang, TP4D Kejati Sulsel, rekanan) harus pertanggung jawabkan pekerjaannya,” imbuh Utta.

Selain dinilai asal-asalan, proyek ini juga dinilai sarat tindak penyimpangan anggaran alias anggaran di korupsi.

Menurutnya, anggaran proyek yang sangat besar tak sesuai dengan hasil fisik proyek tersebut.

”Ini jelas ada penyimpangan anggaran, penegak hukum harus usut itu,” pungkas Utta.

Sekedar diketahui, proyek rehabilitasi jaringan induk irigasi Kalaena, Kabupaten Luwu Timur ini menelan anggaran kurang lebih Rp32 Miliar yang bersumber dari APBN.

Proyek ini diproyeksi untuk mengairi persawahan petani di enam Kecamatan se Kabupaten Luwu Timur seluas 18.100 Hektar. Proyek ini baru saja rampung Januari 2019. (*)

Komentar